DPRD Muna Masih Pertanyakan Proses Mutasi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

DPRD Muna Masih Pertanyakan Proses Mutasi

ilustrasi
sumber : jumrikarikatur

KENDARIPOS.CO.ID — Rapat dengar pendapat yang digelar pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna dan memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada medio Desember 2017 lalu, ternyata belum berakhir. Para legislator masih akan memanggil lagi pejabat diinstansi yang dipimpin La Kusa itu untuk mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut terhadap para kepala sekolah yang dilantik, namun dalam perjalanannya diketahui justru telah meninggal dunia. DPRD juga sekaligus akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ashar Dulu, untuk menjelaskan mekanisme perekrutan kepala sekolah.

Pemanggilan kedua intansi itu, menjadi fokus perhatian. Sebab, dalam mutasi 1.300 aparatur sipil negara itu, DPRD menilai banyak kejanggalan yang ditemukan. Apalagi, pelantikan kepala sekolah dinilai tak memenuhi kualifikasi. Kini, DPRD telah mengantongi fakta-fakta kuat atas temuan saat mutasi. Diantaranya, pelantikan kepala sekolah telah meninggal dunia, bahkan ada yang sudah satu tahun tak berkantor, tiba-tiba dilantik. Itu ketahuan saat pelantikan di SMP Tongkuno.

“Kepala SMP di Lohia sudah meninggal. Kepala SMP Parigi telah pensiun. Kemudian, Kepsek di salah satu SD sakit tapi juga dilantik. Tak usah saya sebutkan namanya. Pasti, pihak BKPSDM dan Dinas PK akan membantah. Makanya, kita panggil untuk memberikan klarifikasi terkait hal itu,” aku Awal Jaya Bolombo, Wakil Ketua Komisi I DPRD Muna, saat ditemui, Kamis (4/1).

Politikus Partai Demokrat itu mengaku, pihaknya serius menuntaskan masalah tersebut. Bahkan, dirinya memperingatkan pimpinan BKPSDM dan Dinas PK untuk tak mengeluarkan surat keputusan dulu. Pasalnya, sesuai kesepakatan yang telah dibangun, temuan itu akan ditindaklanjuti. “Intinya, kita mau rapat kembali bersama-sama supaya tuntas,” tegasnya. Ia juga akan mempertanyakan, ada sebagian kepela sekolah yang telah menjalankan tugas, meski belum mengantongi SK.

Sementara itu, pihak BKPSDM dan Dinas PK siap menghadiri undangan tersebut untuk memberikan klarifikasi. “Kalau diundang kita datang. Makanya, jangan panggil sendiri, panggil juga dengan Dinas PK,” singkat Kepala BKPSDM Muna, La Kusa. Plt. Kepala Dinas PK, Ashar Dulu juga memberikan jawaban kesiapan. “Saya tidak mau komentari itu. Tidak ada yang meninggal. Kalau ada, berarti bukan dari pendidikan. Tapi saya siap hadir,” bantahnya.

Saat ini, DPRD belum melayangkan surat panggilan. Anggota parlemen masih menunggu kepulangan La Kusa dari Jakarta. (b/ery)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top