Pariwara
Politik

Pemetaan Dapil Konsel Belum Tuntas

Ketua KPU Konse, Herman (tengah baju hitam) usai raker.

KENDARIPOS.CO.ID — Rapat pembahasan daerah pemilihan (Dapil) Konawe Selatan (Konsel) belum menemui kata sepakat. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konsel telah beberapa kali melakukan rapat bersama dengan perwakilan partai politik (Parpol). Sejumlah Parpol belum setuju dengan usulan yang diajukan penyelenggara. Di sisi lain, KPU bersikukuh usulan pembentukan Dapil merujuk pada UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU nomor 16 tahun 2017 tentang prinsip dasar pemilihan.

Ketua KPU Konsel, Herman S. Sos mengatakan telah melakukan rapat kerja (Raker) bersama dengan sejumlah pimpinan Parpol. Raker ini membahas simulasi rencana penetapan Dapil serta jumlah kursi di masing-masing Dapil. Dari pertemuan ini, KPU bisa menyerap saran dan masukan dari pimpinan Parpol terkait penambahan Dapil dari empat menjadi lima. “Usulan penambahan Dapil itu karena ada rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Konawe Timur (Kontim). Di mana calon kabupaten ini sudah dipetakan yang terdiri 12 kecamatan dari 25 kecamatan di Konsel,” jelasnya usai Raker Penataan Dapil Konsel.

Dalam raker tersebut lanjut dia, KPU belum bisa memutuskan. Pasalnya, masih ada Parpol yang tidak setuju. Makanya, pihaknya kembali menjadwalkan ulang agar pembahasan Dapil ini bisa difinalkan. “Belum ada kata sepakat. Selanjutnya, KPU akan melakukan uji publik d isejumlah kecamatan dengan menghadirkan pimpinan Parpol, KPU Sultra dan kalangan akademisi,” jelasnya. Menyangkut rencana pemekaran Dapil, ia mengaku sebelumnya telah membahasnya dengan pimpinan Parpol. Hanya saja, masih terjadi pro dan kontra. “Pada umumnya, Parpol setuju dengan penambahan Dapil. Yang mereka komplain yakni adanya ketidakseimbangan antara Dapil. Tapi KPU selalu merujuk UU dan PKPU. Kami berharap pemetaan pembagian Dapil bisa mencapai titik terang,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan partai PBB, Andi Ahmad mengaku belum menyetujui usulan KPU. Menurut, draft pembagian Dapil tersebut sangat tidak seimbang dan masih jauh dari harapan sejumlah Parpol lainnya. “Sebenarnya kami setuju pemekaran dapil, namun harus ada pemerataan. Kalau 25 kecamatan, maka setiap Dapil meliputi lima kecamatan. Tapi kenapa Dapil II hanya tiga kecamatan sementara Dapil III tergabung tujuh kecamatan. Ini yang menjadi alasan kami menolak,” tandasnya. Anehnya lanjut pria yang akrab disapa Bang Mamat ini, jumlah kursi di Dapil III berkurang. Bila sebelumnya 10 kursi, diubah menjadi 9 kursi. Padahal jumlah pemilih di Dapil ini bertambah. Makanya, ia mengusulkan Dapil II harusnya menjadi lima kecamatan yakni Angata, Benua, Basala, Sabulakoa dan Mowila. Sementara Dapil III tersisa kecamatan Landono, Ranobar, Ranomeeto, Konda dan Wolasi.

“Jadi harus ada keseimbangan kalau lima kecamatan maka satu dapil. Yang menjadi indikator jumlah kursi itukan dari jumlah penduduk. Misalnya Dapil I itu lima kecamatan tapi 9 kursi. Di Dapil IV lima kecamatan hanya tujuh kursi. Begitu juga di Dapil V yang meliputi lima kecamatan hanya 6 kursi. Termasuk dapil dua. Tiga kecamatan hanya 4 kursi. Nah inilah yang kita harapkan supaya ada pemerataan dan perimbangan,” jelas anggota legislatif Konsel ini.

Ketua Komisi I DPRD Konsel, Tasman Lamuse mengaku sangat mendukung penambahan atau pemekaran Dapil. Tidak hanya lantaran adanya rencana pemekaran Kontim, namun juga bertambahnya jumlah penduduk. “Pada intinya pihak dewan sepakat. Karena ini sesuai dengan regulasi yang sudah disepakati oleh KPU RI dan pihak DPR. Makanya saya katakan ini sah-sah saja selama ini sesuai aturan dan tahapan, ” tambahnya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top