Pariwara
Nasional

Lolos Dari Hukum di Mesir, Mahasiswa Indonesia Dideportasi

Dubes Mesir Untuk Indonesia Helmy Fauzy

KENDARIPOS.CO.ID — Mahasiswa asal Aceh, Zikrillah Syahrul, dideportasi oleh Pemerintah Mesir pada Rabu (3/1/2017). Dzikrillah kedapatan membawa pisau lipat berbentuk kartu (Master Card Knife) saat memasuki mesir pada 29 Desember lalu. Dzikrillah tengah menempuh pendidikan program magister di Institute Liga Arab, Kairo, Mesir. Saat kembali dari indonesia pada 29 Desember lalu, Pihak keamanan bandara internasional Kairo menemukan senjata tajam master card knife sebanyak 20 unit.

Dubes Mesir Untuk Indonesia Helmy Fauzy mengatakan, bahwa Dzikrillah tiba dari indonesiadengan penerbangan Etihad via Abu Dhabi. “Knife Card yang dibawanya terdeteksi oleh mesin x-ray. Pihak keamanan Bandara lantas menahannya,” Kata Helmy, Rabu (3/1). Berkas perkara Dzikrillah kemudian dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Heliopolis, Cairo dan dikenakan pasal penyelundupan barang terlarang ke wilayah Mesir dan ancaman hukuman sekitar 10 (sepuluh) tahun kurungan penjara. Sejak 29 Desember tersebut, KBRI telah melakukan pendampingan dan bantuan hukum serta pendekatan kepada lapisan unsur penentu pengambil keputusan dari tingkat Aparat Keamanan, Jaksa Penuntut Umum dan Hakim. Dengan maksud agar yang bersangkutan terhindar dari pasal tindak pidana yang dikenakan.

“Secara tertulis, Pengadilan Negeri Heliopolis membebaskan yang bersangkutan dari pasal tersebut, namun keputusan final masih harus melalui National Security,” Sambung Helmy. Helmy menuturkan, upaya KBRI untuk membebaskan Dzikrillah sempat terkendala oleh sikap National Security yang menghindar untuk menerima langkah kompromi bahkan pihak National Security nampak akan mengangkat isu lain yaitu ijin tinggal Zikrillah di Mesir yang telah habis masa berlakunya pada tanggal 31 Desember 2017.

Meski demikian, keputusan deportasi akhirnya dijatuhkan oleh Pemerintah Mesir dan dijadwalkan yang bersangkutan akan meninggalkan wilayah Mesir dan kembali ke Indonesia pada tanggal 3 Januari 2018. Menurut Helmy, dideportasinya Zikrillah dari Mesir merupakan keputusan yang diambil oleh aparat keamanan Mesir dengan pertimbangan keamanan. Karena di hari yang sama tanggal 29 Desember 2017 telah terjadi peristiwa penembakan dan pembunuhan oleh sekelompok bersenjata di depan gereja Mar Mina di kota Helwan, Selatan Cairo dan telah menewaskan 12 orang termasuk perwira menengah aparat keamanan Mesir dan jamaah gereja.

Dalam pengakuan yang disampaikan oleh Zikrillah kepada KBRI Cairo, sebenarnya barang sajam tersebut adalah milik FNS, salah seorang mahasiswa Indonesia di Universitas Al Azhar, yang dibeli dari sebuah toko di Surabaya melalui pemesanan online. (tau/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top