Pariwara
Bau-bau

Fasilitas MCK di Baubau Masih Terbatas

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau harus bekerja lebih ekstra menyosialisasikan perilaku hidup sehat di masyarakat. Itu karena, tingkat kesadaran dalam tertib menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak melakukan buang air besar (BAB) secara sembarangan, belum sepenuhnya merata. Masih banyak kelurahan di Baubau yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK). Semua itu terlihat dari banyaknya kelurahan yang ada di Kota Semerbak itu, tak ikut dalam giat deklarasi stop BAB secara sembarangan.

Kepala Dinkes Kota Baubau, Edy Natsir, mengatakan, deklarasi stop BAB secara sembarangan berkaitan dengan komitmen masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan. Sebab, BAB yang dilakukan sembarangan dapat berakibat buruk terhadap kondisi kesehatan lingkungan dan masyarakat. “BAB sembarangan dapat mengakibatkan buruknya sanitasi lingkungan. Semua itu bisa memicu munculnya berbagai penyakit,” ujarnya disela-sela menghadiri kegiatan pemerintahan di aula kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Rabu (3/1).

Pihaknya menginginkan agar seluruh kelurahan pada kota pemilik benteng terluas di dunia itu memiliki fasilitas MCK sebagai sarana pembuangan akhir. Kemudian mendeklarasikan stop BAB secara sembarangan. “Sayangnya yang ikut deklarasi awal sangat sedikit. Dari 43 kelurahan yang ada, hanya 13 ikut dan siap menerapkan perilaku stop BAB sembarangan. Tersisa 30 kelurahan yang belum ikut deklarasi,” ungkapnya.

Tahun ini pihaknya akan lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat. Sehingga, plus minus dari menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak BAB sembarangan bisa diketahui dan dipahami seluruh masyarakat. “Kita targetkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan mengalami peningkatan. Kalau perlu, semua kelurahan yang ada di Kota Baubau melakukan deklarasi stop BAB sembarangan pada 2018 ini,” ungkapnya.

Karena selain untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, program tersebut berkaitan dengan penilaian untuk mendapatkan predikat kota sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Makanya, untuk bisa mempertahankan prestasi tersebut, kesadaran masyarakat harus mengalami peningkatan. “Sehingga pada 2019 mendatang Baubau bisa kembali meraih penghargaan yang sama, kota sehat,” tandas Edy Natsir. (c/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top