Tindak Kejahatan Meningkat di Kolut, Kasus Penganiayaan Paling Menonjol – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tindak Kejahatan Meningkat di Kolut, Kasus Penganiayaan Paling Menonjol

KENDARIPOS.CO.ID — Jajaran Polres Kolaka Utara (Kolut) akhir tahun 2017 merilis sejumlah kasus penanganan selama satu tahun. Kapolres AKBP Bambang Satriawan mengutarakan jika penanganan kasus pada 2017 mengalami peningkatan jika dibandingkan 2016 lalu. Itu artinya personel Polres Kolut harus bekerja keras untuk menekan angka tindak pidana di tahun 2018 ini.

Menurut AKBP Bambang, kasus paling menonjol pada tahun 2017 yang terjadi di wilayah hukumnya adalah kasus penganiayaan, mencapai 26 Jumlah Tindak Pidana (JTP) dimana penyelesaiannya (JPTP) sebanyak 19 kasus. “Penganiayaan ringan,” ujar AKBP Bambang Satriawan, Selasa (2/1/2018). Sedangkan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 15 JTP dan 6 kasus didalamnya telah dituntaskan. Adapun kasus pengeroyokan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi sebanyak masing-masing 17 kasus. Jika dirangkum secara keseluruhan total kasus sebanyak 172 JTP dan JPTP 163 kasus.

Adapun yang menyangkut trans nasional crime seperti narkoba tercatat 20 JPTP ditambah 1 kasus uang palsu (Upal). AKBP Bambang Satriawan menunjukkan pada kasus lainnya yang juga mencolok yakni pelecehan seksual sebanyak 14 kasus. Total keseluruhan sebanyak 141 kasus JPTP dan 207 JTP atau sebesar 68 persen. Jika merujuk data perbandingan lanjut AKBP Bambang, jumlah JTP pada 2016 dimana sebanyak 207 kasus dan tahun 2017 tercatat 235 kasus. Itu artinya terjadi kenaikan tindak pidana sebanyak 28 kasus atau 13,52 persen. Sementara untuk JPTP juga menunjukkan kenaikan. Dimana pada 2016 sebanyak 141 naik 21 kasus menjadi 162 kasus pada 2017 atau naik 15 persen.

Berbeda dengan narkoba, jumlah tindak pidana narkoba pada 2016 sebanyak 18 kasus sedangkan tahun 2017 berkurang dan hanya tersisa 11 kasus saja. Untuk JPTP dari 20 kasus menjadi 11, P21 dan pelimpahan juga demikian dari 20 menjadi 11. Terkecuali, untuk penyidikan jika 2016 minus maka di 2017 kemarin berlangsung tiga kali. Beberapa kali dilancarkan operasi sepanjang 2017 seperti Operasi Simpatik mengantongi 576 teguran dan dua lakalantas. Operasi Bina Karuna nihil, Jaran Anoa lima kasus curanmor, Operasi Anoa Patuh 298 tilang dan 2 lakalantas. Sedangkan pengamanan Ramadania 12 surat tilang dilayangkan, 6 lakalantas dan 10 kasus tindak pidana lainnya. Adapun Operasi Pekat 24 kasus miras, narkoba dan judi masing-masing 1 kasus.

Berikutnya Operasi Bina Kusuma Anoa menjaring 8 kasus miras dan 1 narkoba. Berlanjut ke Zebra Anoa, 406 surat tilang dilayangkan dengan 2 lakalantas. Adapun Cipkon yang menyasar penyakit masyarakat berupa 28 miras, 9 pasangan tak resmi terjaring, 30 tilang dan 1 sajam. “Operasi Lilin 2017 nanti usai 1 Januari 2018 berakhir hingga belum ada rangkuman datanya,” pungkasnya. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top