Pariwara
Hukum & Kriminal

Kasus DAK Muna, Lima Tersangka Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Ld Abdul Sofyan

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan kasus mega korupsi dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015 masih terus berlanjut. Saat ini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terus merampungkan berkas ke lima tersangka. Rencananya dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pengadilan. “Jaksa masih merampungkan berkas perkara para tersangka untuk dilimpahkan ke pengadilan,” ujar Ld Abdul Sofyan, Kasi Intel Kejari Muna saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (2/1).

Pekan ini, Kejari Muna kembali mengagendakan pemeriksaan pejabat lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mereka adalah Kepala Dinas PU Muna, H La Ode Bou dan Bendahara PU, Wa Rina. Keduanya, bakal dimintai keterangannya sebagai saksi oleh jaksa pada Kamis (4/1) mendatang. Pemeriksaan keduanya merupakan pertama kali, pascapenetapan lima oknum tersangka. Abdul Sofyan mengatakan, soal peluang ditetapkan sebagai tersangka tambahan, jaksa belum bisa menyimpulkan. Sebab, saat ini jaksa masih terus mengumpulkan bukti-bukti, untuk menjerat siapa lagi yang bertanggung jawab dalam perkara yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah tersebut. “Kita belum sampai ke situ (tambahan tersangka,red). Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan. Tentunya, itu dilakukan untuk mencari fakta-fakta baru untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. Tengah pekan ini, kita agendakan periksa pejabat PU,” jelasnya.

Terkait dengan oknum yang telah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Sofyan, masih berpotensi untuk dimintai keterangannya. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan diperiksa sebagai saksi pula, kalau ada indikasi penetapan tersangka lain. Makanya, diharapkan semua kooperatif untuk memenuhi panggilan jaksa.

Kendati telah ada tersangka, anak buah HM Prasetyo itu tak menutup mata terhadap para kontraktor “nakal”. Mereka yang menjalankan proyek yang anggarannya melalui DAK, juga akan diperiksa. Sebab, sejumlah pekerjaan tersebut, jaksa nilai amburadul. Sesuai atau tidak sesuai spesifikasi, kata Sofyan, ia belum bisa membeberkannya. Sebab hal itu sudah masuk materi penyidikan. “Jelasnya mereka akan dimintai lagi keterangan. Terlepas siapa saja yang kerja, baik itu pengerjaan jalan poros Motewe menuju Pokadulu maupun lainnya. Pastinya, itu menjadi salah satu obyek penyidikan,” terangnya.

Jaksa juga telah melakukan ekspos medio November, tahun lalu di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ekspos yang dimaksudkan, jaksa membeberkan hasil kerugian negara berdasarkan hasil hitungan sementara penyidik. Termasuk, kerugian negara dari deposito Rp 200 miliar. “Kita lagi tunggu laporan resmi hasil audit BPKP,” tambahnya. Ia menambahkan, penetapan lima tersangka, jaksa sudah memperoleh dua alat bukti yang cukup. Sebab, mereka dianggap mempunyai peran sehingga terjadi tindak pidana korupsi. Soal bagaimana perannya, itu hanya bisa diungkap di pengadilan. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top