Bupati Konsel Canangkan Namu Jadi Desa Wisata – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Selatan

Bupati Konsel Canangkan Namu Jadi Desa Wisata

Bupati Konsel Surunuddin Dangga (baju putih) didampingi Wakil Bupati Arsalim (baju hitam) serta sejumlah kepala SKPD lingkup pemkab Konsel saat berkunjung ke Desa Namu, akhir pekan lalu. Foto: Kamal/kendari pos

KENDARIPOS.CO.ID — Desa Namu kini jadi primadona masyarakat Konawe Selatan (Konsel), sebagai lokasi yang tepat untuk refresing. Desa yang bernaung di Kecamatan Laonti itu memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pasir pantainya, lautnya hingga air terjun, semua menawarkan pesona, sehingga setiap yang mengunjunginya akan “ketagihan” untuk kembali.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konsel sudah mengendus potensi tersebut. Bahkan terus memolesnya sehingga keindahannya makin terlihat. Infrastruktur maupun suprastrukturnya juga dibenahi, supaya memudahkan para pengunjung. Akhir pekan lalu, Bupati Konsel Surunuddin Dangga mengunjungi langsung lokasi tersebut. Melihat potensinya yang luar biasa, dia bersama jajaran memutuskan untuk menjadikan Namun sebagai Desa Wisata.

Menurut Surunuddin, pencananngan Namu sebagai Desa Wisata merupakan langkah strategis dalam mengangkat berbagai potensi daerah, supaya bisa menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini juga secara tidak langsung akan memicu pertumbuhan ekonomi yang endingnya bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Ini bukti bahwa Surunuddin-Arsalim nyata dalam bekerja. Konsel ini kaya akan potensi alam. Dan semua sektor, mulai perkebunan, perikanan, peternakan hingga pariwisata semua digenjot. Kita ingin, tahun ini semua bisa dimaksimalkan lagi,” ungkap Surunuddin.

Mantan Ketua DPRD Konsel ini memang bertekad, ke depannya Konsel sudah harus keluar dari ketertinggalan dan keterisolasian. Sehingga dalam membangun daerah Konsel harus harus ada sinergi dari berbagai elemen dan stakeholder. “Baik aparatur pemerintah mulai dari desa, kecamatan hingga di kabupaten, serta beberapa stakeholder untuk bersama bahu membahu membangun daerah Konsel secara perlahan. Sebagai contoh seperti pencanagan Desa Namu sebagai ikon daerah wisata,” jelasnya.

Untuk itu, dia minta supaya Desa Namu harus dijaga keasliannya. Sehingga bisa memberikan pemahaman bagi para wisatawan yang hendak berpuas diri di desa tersebut.

“Masyrakat harus bisa mendapat efek balik dari pencanagan itu. Yakni peluang ekonomi. Jadi masyarakat harus tanggap. Sengaja kita canangkan ini, akhir tahun 2017, supaya 2018 Desa Namu sudah resmi jadi Desa Wisata,” terangnya.

Lebih jauh, mantan legislator Sultra memaparkan, selama ini, Laonti ibarat Nusa Kambangan bagi para aparatur sipil negara (ASN), khususnya wilayah pemkab Konsel. Pasalnya dengan serba keterbatasan akses transportasi sehingga kawasan itu terisolir.

“Namun sekarang tidak lagi, disamping potensi wisata yang cukup memukau ini, kita sudah meletakan pondasi dasar dengan pembukaan jalur darat. Sehingga ke depannya masyarakat tidak lagi harus mengarungi lautan untuk datang di wilayah Laonti. Ini memang tekad kami, ke depan tidak ada lagi daerah di Konsel yang terpencil,” janjinya.

Namun demikian, pihaknya berharap masyarakat senantiasa menjaga keasliannya daerah itu. Agar terhindar dari aksi pencemaran lingkungan dan kawasan hutan.

Camat Laonti, Armunanto mengungkapkan, potensi wisata di kecamatan Laonti begitu banyak. Bukan saja di Desa Namu, akan tetapi pihaknya ke depan sudah merancang tiga desa lainnya seperti Desa Tue-tue, Malaringgi, dan Batu Jaya sebagai daerah wisata yang tidak kalah memukau pesona dan potensi alamnya.

“Bahkan setelah Namu, ke depannya akan disusul desa Batu Jaya. Desa ini adalah satu-satunya desa yang masih terdapat hewan langka yakni Anoa. Sehingga ini akan ditetapkan desa penangkaran dan karantina binatang khas Sultra yakni Anoa,” katanya.

Untuk akses jalan darat, ke depan sudah menjangkau semua desa di wilayah Kecamatan Laonti. “Tahun ini jalan sudah terbuka sekitar 6,1 kilometer. Ke depannya akan terus dimaksimalkan hingga semua dapat diakses dengan mudah,” jelasnya.

Kepala Desa Namu Yudin menambahkan
, Namu memiliki luas sekira 10,5 kilometer. Ditempati oleh 420 kepala keluarga (KK). Di desa tersebut memiliki mata pencaharian mayoritas nelayan. Pihaknya berharap dengan ditetapkannya sebagai desa wisata dapat meningkatkan ekonomi masyarakatnya.

“Kami bersyukur dicanangkan sebagai desa wisata. Ini bukti kepedulian dari pemkab Konsel. Dan ini didukung oleh komunitas Ruruhi sehingga desa Namu akhirnya sukses ditetapkan sebagai desa wisata,” imbuhnya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top