Lantunan Zikir Menggema di Malam Tahun Baru – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Lantunan Zikir Menggema di Malam Tahun Baru

Plt Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata (kedua dari kanan) menghadiri acara zikir dan doa bersama di Rujab Gubernur Sultra, Minggu malam (31/12). Foto: LM Syuhada/kendari pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra bersama empat daerah lainmerayakan malam pergantian tahun dengan menggelar istighozah (zikir dan doa bersama). Tak ada acara hura-hura yang mengarah pada pemborosan anggaran sia-sia, sebagaimana sebelumnya. Khusus di Pemprov, zikir dan doa bersama digelar di rumah jabatan (rujab) Gubernur Sultra, Minggu malam (31/12).

Zikir bersama dimulai pukul 20.00 hingga 23.00 Wita. Ustaz asal Makassar sengaja didatangkan untuk membangkitkan iman dan takwa aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra yang hadir pada malam tahun baru itu. Seratusan orang hadir dalam kegiatan yang menyejukkan iman tersebut.

Semua yang hadir larut dalam doa dan zikir. Mereka terus melafazkan kalimat Allah. Sang ustaz juga membimbing peserta yang hadir, tak hanya zikir tapi juga berdoa kepada Allah agar tahun 2018 bisa lebih baik. Bukan hanya untuk diri dan keluarga, tapi juga buat daerah, bangsa dan negara.

Dalam zikir bersama itu, Plt. Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata sempat memberikan beberapa wejangan. Sekaligus dia minta didoakan agar bisa kuat dan sehat demi menuntaskan hari-hari terakhir pengabdiannya bagi masyarakat Bumi Anoa. “Ini tahun terakhir kami dengan pak Nur Alam, kami mohon didoakan juga supaya tetap sehat menyelesaikan tugas-tugasini,” katanya.

Dia juga mengingatkan pegawai agar etos kerja di 2018 lebih ditingkatkan lagi. Sejumlah proyek strategis yang sudah masuk dalam APBD 2018 untuk dikerjakan sebaik-baiknya demi mewujudkan aspirasi masyarakat. “Anggaran di 2018 kita kelola dengan baik lagi, menyelesaikan program strategis,” pesannya.

Saleh juga meminta maaf jika selama 10 tahun mengemban amanah rakyat belum bisa memenuhi ekspektasi masyarakatnya. Namun apa yang sudah dipersembahkan hingga hari ini adalah wujud perjuangan kerasnya bersama Nur Alam. “Mudah-mudahan kekurangan kami bisa disempurnakan oleh pemimpin ke depan,” tambahnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Provinsi Sultra Lukman Abunawas, Kepala Kantor Kementerian Agama Sultra, Abdul Kadir dan unsur Muspida serta pejabat eselon II dan para pegawai lainnya. Selain Pemprov, daerah lain yang juga menggelar istighozah adalah Pemkab Koltim, Kolut, Kota Kendari Pemkab Busel.

Untuk Pemkab Koltim, menggelar zikir akbar dan mendengarkan nasehat agama dari ustaz Andi Said Pattombongi. Harapannya, momentum pergantian tahun menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab dan masyarakat Koltim, agar lebih baik lagi setiap tahunnya.

Bupati Koltim Tony Herbiansyah mengatakan kegiatan zikir akbar dan kajian islami harus lebih dinikmati dan menjadi hikmah bagi setiap aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Koltim. Selain bersyukur bahwa masih diberikan oleh Allah umur panjang.

“Mudah-mudahan tahun 2018 ini kita semua khususnya Pemkab Koltim dan seluruh masyarakat bisa lebih baik lagi. Masih diberikan umur yang panjang bertemu dengan tahun depan. Adapun perlakuan kita di tahun 2017 harus dijadikan evaluasi,” ungkapnya.

Pemkab Kolut juga begitu. Rumah jabatan Bupati Kolaka Utara (Kolut) ramai orang berkumpul pada momen puncak peralihan tahun. Tidak ada nada euforia jelang 1 Januari saat itu, kecuali suasana teduh berupa lantunan doa serta zikir dari ruang utama di rumah berpekarangan luas tersebut.

Sejak awal, Bupati Kolut Nur Rahman telah mengagendakan agar momen pergantian tahun tersebut ada baiknya diisi hal-hal yang positif. Ia pun mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) di bawah kendalinya cukup mengisi malam tahun baru dengan bermunajat, zikir dan mendengar tausiyah. Gelar doa dan zikir bersama tersebut dilakukan di ruang tamu dimana Nur Rahman duduk mengenakan pakaian putih-putih bersebelahan dengan Kapolres Kolut, AKBP Bambang Satriawan. Wabup H. Abbas juga dengan keluarga juga berkumpul di sana. Seremoni keagamaan itu telah dimulai usai salat Magrib berjamaah di rujab dan dilanjutkan tausiyah usai salat magrib. Selain OPD juga hadir para anggota dewan Kolut, kepala Kemenag H. Baharuddin hingga para tokoh agama dan masyarakat yang diperkirakan berjumlah 300 orang.

Nur Rahman tidak menyempatkan diri menyampaikan sepatah kata dalam acara yasinan dan zikir bersama itu. Namun, ia telah mengemukakan maksud sebelumnya kepada bawahannya agar bisa berkumpul malam tersebut. “Mengawali segala sesuatu harus diawali niat yang baik dan mewujudkannya pada tindakan yang baik pula. Kami awali 2018 ini dengan bermunajat kepada-Nya dengan berharap ridha dan kemurahannya menuntun kita semua menjalani keseharian yang lebih baik dari segala aspek,” tutur 01 Kolut tersebut.

Meski suasana terpantau kondusif, sejumlah aparat berjaga-jaga di rujab tersebut. Usai kegiatan keagamaan itu, Nur Rahman kemudian bergeser ke pelataran Masjid Agung Lasusua berkumpul bersama aparat guna berjaga-jaga memastikan aktivitas warganya di bypass terpantau aman hingga euforia pergantian tahun mengendur.

Petasan dan kembang api tetap mewarnai pergantian tahun di Kolut. Namun, kawasan Masjid Agung tetap menjadi pilihan ramai warga untuk berkumpul dikarenakan bangunan peribadatan itu merupakan icon Bumi Patampanua dengan kubah warna keemasannya. senin (1/1), kepala daerah itu memilih mengisi waktu libur dengan melakukan gotong royong mengolah lahan pembibitan talas jepang di Lasusua untuk mempercepat proses pembibitan.

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) malah merayakan malam pergantian tahun dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan dirangkaikan dengan Istighosah akbar akhir tahun 2017 yang digelar di Lapangan Lakarada, Jumat (29/12) sore.

Kerja spektakuler meneladani Rasulullah SAW menjadi tema Maulid dan Istighosah yang telah di gelar oleh Pemkab Busel. “Memasuki tahun 2018 tentu umur kita akan berkurang satu tahun. Karena saat lahir kita sudah membuat perjanjian kontrak dengan Allah SWT. Jadi kita harus memanfaatkan sisa umur kita untuk mengisinya dengan kebaikan-kebaikan,” ujar Muh. Saleh. Kepala Kemenag Busel.

Olehnya itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti kegiatan religius ini, guna meningkatkan iman dan taqwa serta terus beramal meneladani Rasulullah SAW dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sambungnya, Kementerian Agama memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani yang telah melakukan kegiatan relegius ini.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilestarikan dan dikembangkan di tahun-tahun mendatang serta mudah-mudahkan kita mendapat berkah dan manfaatnya. Amin,” ucapnya.

Sementara, Bupati Buton Agus Feisal Hidayat dalam sambutannya mengatakan, lantunan ayat-ayat suci seperti membagi rasa air dipadang pasir atau laksana tetesan embun yang membasahi dahaga.

“Kegiatan doa bersama dan istigosah di tahun-tahun mendatang, kita akan tingkatkan, mengisinya dengan kegiatan yang religius. Ini untuk menebalkan keimanan kita,” ungkapnya. Pemkot Kendari juga begitu. Malah, sudah dilakukan sejak Jumat (29/12). Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra mengharapkan, momen pergantian tahun ini, menjadi bahan evaluasi diri. “Tahun baru, semangat baru,” imbuhnya. (b/ely/rus/kus/m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top