MA Terus Selidiki Hakim Nakal – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

MA Terus Selidiki Hakim Nakal

M Hatta Ali

KENDARIPOS.CO.ID — Mahkamah Agung menerapakan pengawasan terselubung untuk memantau kinerja hakim hingga panitera. Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali menuturkan ada pengerahan orang yang dilatih secara khusus untuk menyamar dan menyusup ke pengadilan-pengadilan sebagai mistery shopper.

Data dari MA menunjukan sepanjang 2017 hingga kamis (28/12) tercatat ada 2.317 pengaduan yang diterima. Jumlah terebut hanya turun 49 pengaduan pada 2016 yang mencapai 2.366 pengaduan. Sedangkan personil MA dan badan peradilan di bawahnya yang dijatuhi sanksi disiplin pada 2017 sebanyak 103 orang. Perinciannya, 30 orang disanksi berat, sebelas disanksi sedang, dan 62 orang lainnya sanksi ringan.

Mayoritas yang mendapatkan sanksi itu adalah hakim (38 orang), panitera pengganti (16), panitera muda (8), dan juru sita pengganti (8). Sedngkan sisanya adalah panitera, sekretasis, juru sita, dan pejabat struktural, staf, dan pegawai honorer.

Ketua MA M Hatta Ali menuturkan peran mistery shopper itu sangat membantu dalam penyelidikan dugaan keterlibatan oknum yang melakukan pungutan liar atau jual beli perkara. Data-data lapangan sudah didapatkan oleh mistery shopper sehingga lebih memudahkan untuk masuk ke inti persoalan.

”Dan mistery shopper kita minta tidak tampil. Saya menghendaki mereka tidak dikenal, baik oleh hakim agung, para asisten, dan seluruh staf dari Mahkamah Agung,” ujar Hatta Ali di gedung MA, kamis (28/12).

Dia menuturkan ada sepuluh orang yang dilantih secara khusus oleh KPK sebagai agen penyamar itu. Hatta mengaku tidak tahu siapa saja sepuluh orang tersebut. ”Saya memang tidak menghendaki mau tahu. Karena kalau mau tahu nanti saya subjektif,” tutur guru besar bidang Ilmu Hukum Universitas Airlangga itu.

Ketua Kamar Pengawas MA Sunarto menuturkan salah satu contoh kerja agen mistery shopper ada di Pengadilan Negeri Mataram dalam pengungkapan kasus sidang tilang. Dia menuturkan ada hakim yang diberi sanksi ringan berupa penundaan promosi hingga enam bulan. selain itu ada pula panitera pengganti yang juga disanksi penundaan kenaikan pangkat. Sanksi itu cukup berat karena akan melekat sebagai raport merah dalam profil hakim tersebut.

”Ada stempelnya begitu ketika tim promosi mutasi bersidang, ada pimpinan mahkamah agung 10 orang, ada dirjen, kepala badan pengawasan ikut disitu itu langsung muncul merah,” ungkap Sunarto.

Pria asal Sumenep itu mengungkapkan selain menegrahkan agen mistery shopper juga ada penguatan whistleblower. Hakim-hakim atau personil lain di lingkungan MA dan badan peradilan yang punya integritas bisa melaporkan dugaan pelanggaran. Si pelapor akan dilindungi identitasnya.

”Saya yakin dan percaya sebagian besar aparatur kita itu sudah baik. dan yang sudah baik ini tidak ikhlas tidak rela teman-temannya itu menodailah dan lapor ke kita. Mereka (pelapor) kami lindungilah,” ungkap dia. (jun/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top