Mentan Dorong Sultra Jadi Lumbung Jagung Nasional – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Mentan Dorong Sultra Jadi Lumbung Jagung Nasional

Mentan Amran Sulaiman (kiri) pose bersama Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi (ketiga dari kiri), Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata (kelima dari kiri), Anggota DPR RI Umar Arsal (keenam dari kiri), Bupati Konut Ruksamin (tengah), Bupati Konsel Surunuddin Dangga (paling kanan) usai rapat koordinasi di Aula Gedung DPRD Koltim Tirawuta, Rabu (27/12). Foto: Kusdin/kendari pos

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Pertanian (Mentan), Dr. Andi Amran Sulaiman mengunjungi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), rabu (27/12). Dia didampingi Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi, Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Budi Prihantjono, Dirjen Perkebunan Kementan Ir. Bambang, dan disambut langsung Plt Gubernur Sultra, HM. Saleh Lasata, Danrem 143/Ho Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, Wakapolda Sultra Kombes Pol Winarto, Bupati Koltim Tony Herbiansyah beserta jajaran, Bupati Konsel Surunuddin Dangga, Bupati Konut Ruksamin, Bupati Kolut Nurrahman umar dan Dandim serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Anggota Komisi IV DPR RI asal Sultra, Umar Arsal juga turut hadir.

Menteri asal Sulsel itu tiba di Koltim sekira pukul 09.20 Wita dengan mengunakan helikopter milik Polda Sultra dari bandara Sangia Nibandera Kabupaten Kolaka. Kehadiran menteri Amran seperti berkah bagi pemerintah daerah. Khususnya untuk pemerintah kabupaten (pemkab) Koltim, Konsel, Kolut dan Konut. Sebab, dia membawa banyak bantuan pertanian, mulai dari bibit kakao, lada, jagung, padi, dan alat mesin pertanian (Alsintan). Tak hanya itu, dia juga sekaligus melakukan panen raya jagung, panen lada dan menanam lada secara simbolis di Desa Atolano Kecamatan Ladongi, Koltim.

Amran juga mengecek harga jagung di Koltim. Sayangnya, harga jagung tidak sesuai ketentuan yang diberlakukan terhadap pembeli jagung tersebut. Dia menjelaskan, saat ini harga jagung turun 25 persen atau dari harga normal Rp 3.150 perkilogram, turun menjadi Rp 2.500 perkilogram. Namun, kata dia Perum Bulog harus membeli jagung sesuai dengan standar nasional yakni harga Rp 3.150 perkilogramnya. “Saya tegaskan Bulog harus membeli jagung sesuai dengan harga standar pemerintah, tidak boleh ada alasan harga jagung harus Rp. 3.150 perkilogram” tegasnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), kemarin (27/12). Dia didampingi Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi (kiri) dan Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Budi Prihantjono. Foto: Kusdin/kendari pos

Kegiatan lain yang juga dilakukan adalah rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kebijakan. Dihadapan mereka, Amran menjelaskan banyak hal tentang kondisi pertanian, mulai skala daerah, nasional bahkan internasional. Kata dia, saat ini beras, jagung, lada, bawang, cabai tidak lagi di impor. Bahkan Pemerintah Indonesia yang melakukam ekspor ke beberapa negara tetangga.

“Stop impor untuk beberapa komoditi itu (salah satunya jagung,red). Semua ini merupakan kerja keras seluruh stakeholder, utamanya masyarakat Indonesia yang mau bertani,” jelasnya. Amran sangat berharap, Sultra bisa menjadi bagian penting dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan jagung nasional. Sebab menurutnya, Sultra memiliki lahan jagung seluas 150 ribu hektar.

“Kalau ini dikelola dengan baik, maka target kita untuk masuk 3 besar dunia sebagai penghasil jagung terbanyak pasti terealisasi. Saat ini, kita masih berada diurutan 9 dunia mengalahkan Amerika,” terangnya. Pemberian bantuan bibit jagung, lanjut dia, sebagau support dari Kementan untuk petani di Sultra, supaya bisa menjadi salah satu lumbung jagung nasional. “Kita dorong supaya Sultra bisa menjadi bagian penting di dalam upaya mewujudkan swasembada jagung,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Umar Arsal menegaskan, sebagai mitra kerja dari Kementerian Pertanian, pihaknya akan terus mendukung program pemerintah pro rakyat. “Sebagai anggota DPR RI yang duduk di Komisi IV, kami terus berusaha agar petani dan nelayan dapat sejahtera. Kita siap support,” ungkapnya.

Sementara itu, Aster Kasad Mayor Jenderal TNI Suparto mengingatkan jajaran pemkab Koltim untuk terus bekerja. Himbauan dan harapan tersebut disampaikan Mantan Kasdam XIV/Hasanuddin itu dalam rapat koordinasi Menteri Pertanian bersama Aster Kasad, Kasdam XIV/Hasanuddin, Gubernur Sultra, Danrem 143/Ho, Bupati/Wali kota, Dandim dan Dinas Pertanian se-Provinsi Sultra di Aula Gedung DPRD Kabupaten Koltim Tirawuta, Rabu (27/12).

Lanjut Pati bintang dua itu, himbauan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dari harmonisasi dan akselerasi dari langkah nyata Presiden Jokowi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Slogan kerja, kerja, kerja bapak Presiden harus kita implemantasikan,” katanya.

Bupati Koltim Tony Herbiansyah mengapresiasi kebijakan-kebijakan pemerintah pusat khususnya di bidang pertanian dan perkebunan. “Dengan adanya kebijakan yang pro rakyat, maka kami berharap menjadi petani handal,” ujar Tony. Dia melanjutkan, sejak program bantuan Alsintan digulirkan, kondisi petani di Koltim berubah dari petani tradisional menjadi petani modern.

Demikian juga dengan lahan yang digarap, saat ini para petani menggarap lahan padi seluas 14 ribu hektar dan hasilnya tahun ini produksi padi surplus 42 ribu ton.

Untuk program perluasan sawah baru seluas 700 hektar. Termasuk dengan pengembangan pertanian jagung mendapatkan bantuan bibit jagung dari 3.000 hektar pada tahun sebelumnya menjadi 7.000 hektar. “Namun masalah kita saat ini adalah lahan bekas sawah tidak bisa digunakan akibat perluasan bendungan Ladongi. Namun jika perluasan bendungannya sudah selesai, sekitar 7.000 hektar bisa digunakan sebagai perluasan lahan pertanian,” imbuhnya.

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga juga memberikan apresiasi kepada Mentan yang sudah banyak memberikan perhatiannya khususnya di Konsel. Dirinya juga melaporkan bahwa semua program yang telah dicanangkan Mentan Amran Sulaiman beberapa waktu lalu sudah di tindaklanjuti dengan baik. Dan saat ini pusat pembibitan sapi sudah siap 300 hektar dan untuk padamangatas di mohon bibitnya sudah bisa diisi bulan Mei mendatang sebanyak 300 ekor dari Mentan, dan untuk RPH sudah disiapkan lahan 10 Ha.

“Dan untuk alat panen jagung (pemipil) sudah kami anggarkan melalui APBD sebanyak 300 unit. Karena jika menggunakan alat manual memakan waktu yang lama dengan lahan yang sangat luas. Kami juga minta bantuan pengadaan alat tersebut kepada Mentan,” tandasnya. (b/kus/kam).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top