Pariwara
Muna

25 Cleaning Service di Muna Mengamuk

FOTO/MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
25 Cleaning Service mendatangi Kantor Bupati Muna, rabu (27/12) guna menuntut hak-haknya sebagai pekerja. Selama empat bulan gaji mereka tak kunjung dicairkan.

KENDARIPOS.CO.ID — Wajah Nurhaena, Cleaning Service di lingkup Pemkab Muna penuh dengan tetesan air mata. Isak tangis bercampur amarah meledak di pelataran kantor tersebut, rabu (27/12).

Kemurkaan Nurhaena membucah karena gajinya selama empat bulan terancam disunat. Ia bersama 24 petugas kebersihan lain mengamuk di Kantor Bupati Muna sebab gaji mereka baru bisa dicairkan oleh pihak ketiga setelah membayar Rp 600 ribu. Ketentuan itu disampaikan La Hadi, Pemegang Cek (BG) kepada petugas kebersihan Pemkab Muna.

Nurhaena mengaku gaji yang harus diterima selama empat bulan sebesar Rp 750 ribu. Karena selama bekerja, mereka dibebankan untuk membeli cat dan lainnya. “Gaji kami bisa keluar dengan syarat harus membayar sebesar Rp 600 ribu. La Hadi yang perintahkan, kita begitu. Kita tidak mau karena gaji adalah hak-hak kami. Kenapa harus dipotong? Saya ini banyak utang di warung. Satu rupiah pun dipotong, saya tidak mau, ” keluh Nurhaena, sambil menangis, Rabu (27/12).

Rekan Nurhaena, Ramla mengeluhkan hal yang sama. Selama ia bekerja gajinya tak pernah dipotong, nanti akhir Desember baru ada pemotongan. “Gaji kami akan dipotong selama empat bulan. Nominalnya, Rp 600 ribu per orang. Alasannya, untuk bayar pengawas. Kita sendiri juga yang awasi. Kita punya bos bernama Langkeba (pemenang tender), tapi kenapa La Hadi yang mau campuri?” kesal Ramla.

Sementara itu, Bos Cleaning Service Pemkab Muna, Langkeba mengatakan gaji adalah hak yang harus mereka terima. Karena itu, ia meminta agar gaji mereka segera dibayarkan. “Kalau tidak ada administrasi untuk pencairan duit, maka harus buat administrasi yang baru,” tegasnya saat mediasi semua pihak yang terlibat dalam persoalan gaji cleaning service, rabu (27/12) di Pemkab Muna. Di tempat yang sama, Direktur CV Anisa, Maluna mengaku duit pekerja masih ia simpan. Sebagai pihak rekanan, ia belum melakukan pencairan.

Pada kesempatan itu, Kasat Intelkam Polres Muna, Iptu Kaharuddin Kaendo tak banyak berkomentar. Hanya secara tegas, ia menyampaikan, kalau ada pemotongan laporkan kepada pihak yang berwajib.

Kabag Humas Pemkab Muna, Amiruddin Ako juga secara tegas menyampaikan pada pihak rekanan berbendara CV Anisa itu agar tidak mencatut nama bupati Muna dalam persoalan pembayaran gaji petugas kebersihan.

“Satu sen pun gaji pekerja, jangan dipotong. Siang malam mereka banting tulang di sini. Tidak boleh ada yang potong gaji mereka, ” perintah Amiruddin, suara melengking. (ery/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top