Pariwara
Metro Kendari

Infrastruktur Penunjang Tol Laut Disiapkan

Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata menjadi pembicara dalam Fokus Group Discusion yang digelar stasiun televisi swasta nasional. Saleh Lasata membahas kesiapan Pemprov Sultra dalam mendukung jalur tol laut nasional melalui pembangunan New Port Kendari yang masuk salah satu dari 10 jaringan tol laut nasional. Foto: Nasir Andi Baso For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pelabuhan New Port Kendari adalah salah satu dari 10 jaringan tol laut nasional. Pembangunannya tengah digenjot oleh PT. Pelindo. Mega proyek senilai Rp 960 miliar itu diproyeksi tuntas tahun 2019. Tol laut itu akan melewati rute-rute pelabuhan besar di Indonesia dan dinamai poros maritim nusantara. Karenanya, untuk menakar utilitas rakyat atas tol laut itu, salah satu media televisi swasta nasional membuat Fokus Group Discusion (FGD) Senin (25/12) di Jakarta.

Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjadi narasumber dalam FGD tersebut. Kepala Bappeda Sultra, Nasir Andi Baso yang mendampingi Plt.Gubernur dalam acara itu mengatakan keynotespeaker dalam FGD tersebut adalah Wakil Ketua DPD RI , Nono Sampono. “FGD dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik dari berbagai pakar dan pengambil kebijakan, antara lain Kementerian Perhubungan, Bappenas, Bupati Busel dan Wali Kota Bau-bau,” ujar Nasir Andi Baso, Selasa (26/12).

Posisi Sultra yang strategis karena berada diantara alur laut kelurahan Indonesia (Alki) 2 dan Alki 3 diharapkan bisa menjadi simpul percepatan mewujudkan tujuan tol laut nasional sekaligus menjadi pondasi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Salah satu tujuan tol laut Indonesia adalah untuk mengurangi disparitas antara kawasan timur dan barat, sehingga secara bertahap harga-harga komoditas kebutuhan masyarakat kawasan timur tidak berbeda dengan kawasan barat Indonesia,” jelas mantan Kepala Inspektorat Sultra itu.

Dalam diskusi itu diharapkan RPJMN-2019 sebagai awal pelaksanaan tol laut nasional dapat berlanjut pada RPJMN berikutnya, dimana arah desain tol laut adalah mewujudkan NKRI sebagai negara maritim dan laut adalah penghubung antara beribu-ribu pulau. Dengan demikian penguatan pembangunan tol laut harusnya bertumpu pada pembangunan inftrastruktur yang masif bersamaan dengan pembangunan culture maritim melalui peningkatan SDM dibidang kelautan dan pesisir.

Itu artinya, Pulau Buton dengan posisi geografisnya yang strategis mendapat perhatian khusus dari para pakar dan investor karena dianggap sebagai wilayah penunjang tol laut itu. “Bupati telah mempersiapkan lokasi pelabuhan saat diperlukan pembangunan inftrastruktur. Untuk mengantisipasi keterbatasan lahan pelabuhan Murhum Baubau. Dimana saat ini ada dua pelabuhan yang dilewati oleh tol laut nasional yaitu pelabuhan Bau-Bau dan pelabuhan Wanci di wakatobi, ” imbuh Nasir Andi Baso. (ely/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top