Pariwara
Ekonomi & Bisnis

58 Ribu Pekerja Sultra Terdaftar Di BPJS Ketenagakerjaan

Suasana sosialisasi program ketenagakerjaan di Kantor Camat Abeli, pekan lalu. Foto: Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Sultra mulai paham pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Buktinya, sampai saat ini, jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang terdaftar mencapai 58 ribu pekerja yang mencakup pekerja formal dan informal. Ini jauh di atas target awal 43 ribu tenaga kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, La Uno, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 14.998 orang dari target 9.307 pekerja sektor informal seperti nelayan, petani, tukang ojek dan pedagang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Ini juga sudah melebihi target. Tapi kita terus berusaha bagaimana angkanya terus meningkat,” ungkapnya.

Demi mendongkrak jumlah, sambung La Uno, beberapa upaya pun digencarkan. Salah satunya di Kecamatan Abeli, Rabu (20/12) pekan lalu, pihaknya mengadakan sosialisasi ke sejumlah masyarakat. Karena daerah itu merupakan kecamatan yang berada di Kota Kendari dengan mayoritas warganya sebagai pekerja mandiri.

Salah satu petani asal Abeli, Rusman mengatakan, dirinya selama ini belum mengetahui secara pasti seperti apa manfaat BPJS Ketenagakerjaan. “Yang kita tahu ya BPJS Kesehatah saja. Kalau ini belum mengerti tapi dengan sosialiasi kami jadi lebih paham. Insya Allah saya segera mendaftarkan diri,” ungkapnya antusias.

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Tina Nur Alam menegaskan, seluruh masyarakat wajib jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi bagi mereka yang merupakan pekerja, baik penerima upah, bukan penerima upah dan yang terbaru bagi warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

“Pekerja ini banyak memiliki risiko, jadi wajib diberikan perlindungan,” ungkapnya saat membuka acara sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Camat Abeli, pekan lalu.

Sampai saat ini, banyak masyarakat yang tidak dapat membedakan antara manfaat dan tujuan menjadi peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sebab, secara umum masyarakat lebih mengenal BPJS Kesehatan ketimbang Ketenagakerjaan. “Sebelumnya ketenagakerjaan kan Jamsostek hanya saja bertransformasi. Begitupun Kesehatan dari Askes,” singkatnya.

Tina pun secara terbuka mengatakan ia belum mengetahui secara pasti apa manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut dengan seksama. Dengan demikian, semua akan lebih paham.

Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JK). (feb/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top