Pariwara
Buton

Pantai Lembo di Buton Segera Direvitalisasi

FOTO/ KENDARI POS/ LA ODE ALFIN IPO
Ketgam : Pantai Lembo, kawasan pesisir di Desa Kancinaa dan Kelurahan Wasaga yang rusak akibat penambangan pasir ilegal. KLHK dan Pemkab Buton akan merevitalisasi kawasan itu menjadi area publik.

KENDARIPOS.CO.ID — Penambangan pasir secara ilegal di Pasarwajo, Kabupaten Buton begitu memprihatinkan. Aktivitas yang sudah menimbulkan kerusakan pesisir Pantai Lembo mendapat perhatian serius banyak pihak. Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Pemkab Buton menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakulan revitalisasi di kawasan pesisir teluk Pasarwajo itu.

Pemerintah pusat akan mengucurkan anggaran Rp 50 miliar untuk menyulap kawasan bekas tambang pasir itu menjadi area publik lengkap dengan fasilitas pendukung lainnya. Bentang pantai sepanjang 3,8 kilo meter akan dibangunkan taman dengan sistem fungsi tujuh zonasi. Taman itu akan dibuat tematik. Studi kelayakan (Feasibility Study) dan detail engineering design sudah dituntaskan oleh tim dari Fakuktas Kehutanan IPB.

“Kami akan pulihkan kerusakkan lingkungannya dan akan dibuat sebagai tempat terbuka bagi masyarakat,” kata Sulistyowati, Direktur Pemulihan Kerusakkan Lahan Akses Terbuka, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakkan Lingkungan, KLHK saat berkunjung ke Buton.

Menurutnya, kawasan pesisir pantai Lembo sudah rusak parah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, penambangan pasir sudah berjalan 24 tahun, meski sebagian warga menyebut penambangan dimulai sejak tahun 60-an. Revitalisasi pun sudah akan dimulai 2018 nanti, jika anggaran sudah diturunkan oleh Badan Perencana Pembangunan Nasional.

Tahap pertama, pembangunan akan difokuskan pada zona lima, yakni, area pelayanan publik. Anggaran tahap pertama Rp 1,8 miliar. Sebagaimana rencana, zona lain akan menjadi area taman dilengkapi dengan gedung museum aspal. “Zona lima itu ada perkantoran pengelola, mushala dan bangunan pendukung lain. Jadi warga bisa menikmati pantai disitu,” kata wanita berhijab itu.

Rencana itu sudah dimatangkan oleh Soni Trison, ahli Kehutanan dari IPB. Hasil tinjauannya, kawasan peisisir yang terletak di Desa Kancinaa dan Kelurahan Wasaga, Pasarwajo itu akan direklamasi sepanjang 40 meter ke arah laut. Lahan itu akan dijadikan area taman. “Kami sudah tuntaskan rancangannya, tinggal Pemda menjalankan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buton, Edy Sunarno mengatakan jika rencana revitalisasi pesisir sudah disosialisasikan ke masyarakat. Termasuk, seluruh aktivitas penambangan kini dihentikan. Mengenai lahan, Edy mengaku sudah mendapat kesepakatan dengan warga. “Mereka hibahkan beberapa meter, itu sudah disepakati. Karena memang lahan menjadi tanggung jawab Pemda,” ungkapnya.

Soal bagaimana dengan nasib penambang, Edy berjanji akan memberdayakan mereka. 200 penambang akan dijadikan pekerja dalam proyek itu, termasuk dalam pengelolaanya nanti. “Kami bersyukur KLHK menyetujui usulan kami. Penambangan ini sudah berlangsung puluhan tahun dan garis pantai susut ratusan meter. Saatnya kerusakkan ini diperbaiki,” pungkasnya. (m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top