Kapal Tongkang Tabrak Rumah Warga Sikeli di Bombana – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Bombana

Kapal Tongkang Tabrak Rumah Warga Sikeli di Bombana

FOTO/NURYADI/KENDARI POS
Ketgam: Kapal tongkang AME VI menghantam rumah warga di Kelurahan Sikeli, Jumat (22/12) dini hari.

KENDARIPOS.CO.ID — Belakangan ini hujan deras disertai angin kencang hingga gelombang tinggi kerap melanda perairan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana. Jum’at (22/12) dini hari, bencana melanda warga Bajo, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat. Tiga rumah, 10 perahu dan satu jembatan serta keramba masyarakat, rusak ditabrak kapal tongkang AME VI yang tengah melempar sauh di sekitar perairan Sikeli.

Kepala Kelurahan Sikeli, Andi Matrani Jaya mengatakan, rusaknya rumah penduduk, serta fasilitas umum di wilayahnya diakibatkan cuaca buruk yang terjadi dini hari, kemarin. Badai yang datang disaat warga tengah tertidur pulas itu, menyebabkan kapal tongkang yang berlabuh di perairan Sikeli terbawa hingga ke bibir pantai. “Untungnya tidak ada korban jiwa. Namun akibat peristiwa itu menyebabkan kerugian materi sekitar 500-an juta,” katanya.

Andi Jaya menambahkan hingga pagi kemarin, pihaknya bersama warga dan aparat keamanan tengah berupaya mengevakuasi kapal tongkang asal Jakarta itu, agar bisa menjauh dari bibir pantai Sikeli. Jika tidak, maka sewaktu waktu bisa mengancam rumah warga disekitarnya mengingat cuaca ekstrim masih selalu mengintai penduduk Sikeli.

Sementara itu, Dwi Raharjo, Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Neli 57, kapal tag boat yang menarik tongkang AME VI mengatakan, bergesernya kapal tongkang ke bibir pantai Sikeli terjadi tiba-tiba dan begitu cepat. Dia bercerita, saat kejadian dia bersama Nakhoda dan kru lainnya tengah beristrahat di dalam tag boat yang berlabuh di samping tongkang.

Tiba-tiba hujan dan angin kencang yang disertai gelombang datang. Dia bersama ABK langsung terbangun dan menghidupkan mesin dan menarik tongkang. Namun karena angin yang begitu kencang, membuat tali penarik tongkang putus dan terbawa hingga ke bibir pantai.

Menurut Dwi, keberadaan mereka di perairan Sikeli, hanya berlindung dari gelombang tinggi. Sebab, saat tiba di perairan Kabaena, kapalnya sudah dihantam ombak. Padahal sesuai rencana, mereka akan menuju ke Kabaena Selatan, untuk memuat ore nikel di PT Tambang Bumi Sulawesi. “Kami berlindung antara pulau Mataha dan Sikeli sekitar pukul tujuh malam. Rencananya begitu cuaca mulai bersahabat akan melanjutkan perjalanan ke Kabaena Selatan. Namun rencana ini berubah, karena sampai menjelang dini hari, cuaca makin tidak bersahabat hingga mengakibatkan bencana,” ungkapnya.

Dwi mengaku, akibat insiden yang tidak terduga itu, dia bersama kru di kapal harus dimintai keterangan di Polsek Kabaena. Sementara terkait kerusakan yang terjadi, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemilik perusahaan yang berkantor di Jakarta. (nur/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top