Pariwara
Hukum & Kriminal

BNNP Sultra Sukses Rehabilitasi 493 Orang

BNNP Sultra sukses merehabilitasi para pecandu narkoba. Tercatat 493 orang berhasil di obati. Selain itu, BNNP juga sukses menindak para pelaku peredaran narkoba. Tampak Kepala BNNP Sultra, Brigjen Bambang Priyambadha (dua dari kiri) memaparkan kesuksesan BNNP selama tahun 2017 ini. Dia didampingi Kabid rehabilitasi, La Mala (kiri), Kabag Umum, Alamsyah (dua dari kanan) dan Kabid Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sultra, Harmawati (kanan). Foto: Adwin Barakati/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Peredaran Narkoba di Sultra sudah semakin mengkhawatirkan. Meski datanya cukup mencengangkan namun Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra berhasil menyelamatkan ratusan orang. Tahun ini, lembaga yang dinakhodai Brigjen Bambang Priyambadha itu sukses merehabilitasi 493 orang yang tersandung penyalahgunaan narkoba. Rinciannya, penerima layanan rehabilitasi, terdiri dari 409 laki-laki dan 84 perempuan.

BNNP juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 157 mantan penyalahguna narkoba yang dilaksanakan di Bapas Kelas II Kendari, rumah damping Anoa dan rawat lanjut BNNP Sultra. “Pelaksanaan layanan pasca rehabilitasi ini adalah merupakan outcome dari program rehabilitasi berkelanjutan yakni pulih, produktif dan berfungsi. Jadi, selain menindak, pencegahan paling diutamakan,” ujar Kepala BNNP Sultra, Brigjen Bambang Priyambadha dalam konferensi pers di kantor BNNP Sultra, Jumat (22/12).

Diakui jika tingkat peredaran narkoba bertambah dibandingkan tahun lalu. Tahun ini BNNP Sultra mengungkap sebanyak 20 laporan kasus Narkoba, dengan total 25 orang berhasil ditangkap. Mereka kini berstatus tersangka karena terbukti sebagai pengedar dan bandar.

Sumber: BNNP Sultra

Brigjen Bambang Priyambadha mengatakan selama tahun 2017 ini bersama BNN Muna, Kendari dan juga Kolaka, tim BNNP juga mengamankan 493,8 gram narkotika jenis sabu dan ganja sebanyak 2,93 gram. Sedangkan tahun 2016, BNNP mendapat 16 laporan kasus narkoba dan 17 tersangka.

Brigjen Bambang Priyambadha menuturkan modus penyelundupan para tersangka bandar, kurir maupun pengedar cukup beragam. Bahkan banyak cara baru yang mereka lakukan. Misalnya kasus penyelundupan sabu melalui Bandara HO Kendari beberapa bulan lalu. BNNP berhasil menangkap kurir yang memasukkan sabu ke dalam anus. Ada pula modus lain, pelaku menyembunyikan sabu di dalam baju atau tas. Selain modus itu, model transaksi narkoba di Sultra umumnya masih sama. “Nah, untuk mencegah peredaran dan menekan ini, perlu strategi Supply Reduction and Demand Reduction yakni menekan penawaran dari luar dan mengurangi permintaan dari dalam,” ujar mantan Wakapolda Sultra itu dalam konferensi pers di Kantor BNNP Sultra, Jumat (22/12).

Menurut Brigjen Bambang pada skala dunia, terdapat 800 jenis new psychoactive substance (NPS) atau narkotika jenis baru yang beredar. 68 diantaranya ditemukan di Indonesia, dan 8 diantaranya belum diakui sebagai narkotika karena belum adanya undang-undang yang mengatur. Temuan ini sangat signifikan. Di Sultra sendiri, narkotika jenis baru sudah ditemukan, yakni racikan dari jamur kotoran sapi.

Narkotika jenis ini kata Bambang masuk dalam kategori golongan I. ” Narkotika jenis lainnya bisa saja masuk dengan cara mudah di Sultra dengan melihat pasar narkoba di Sultra yang sudah semakin luas. Untuk itu, memerangi narkoba ini memang harus bersama-sama,” tutupnya. (ade/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top