Pariwara
Kolaka Utara

Teluk Bone Berkecamuk, Nelayan Kolut Pilih Istirahat

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Salah seorang nelayan yang harus turun melaut meski kondisi ombak tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

KENDARIPOS.CO.ID — Keteduhan perairan di Teluk Bone dalam beberapa bulan terakhir diganggu angin kencang dan gelombang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara (Kolut) mengimbau seluruh nelayan di Bumi Patampanua itu agar kembali ke pesisir saat menjelang sore hari, jika memang harus turun melaut.

Kepala BPBD Kolut, Hardi, menjelaskan, di bulan pergantian tahun ini kecepatan angin disertai gelombang memang mengalami peningkatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengeluarkan imbauan jika mulai Desember, curah hujan mengalami peningkatan. “Mulai sore sampai malam, saya harap nelayan jangan ada yang melaut. Tapi cuaca itu bisa saja berubah, dapat juga berlangsung pagi atau siang. Jika cuaca mulai memburuk harap segera pulang,” pintanya, Kamis (21/12).

Dari pantauan pihak BPBD Kolut, saat ini ketinggian gelombang mulai sore harinya diperkirakan mencapai satu hingga dua meter. Belum bisa dipastikan akan terjadi peningkatan lebih tinggi dari ukuran itu. Yang jelas, sesuai informasi yang disebar BNPB, cuaca buruk dan gelombang tinggi akan berlangsung hingga Februari 2018.

“Jadi cuaca buruk itu tidak bisa kami prediksi kapan berlangsungnya. Kami terus monitor situasi terkini,” ujarnya. Selain angin kencang dan gelombang tinggi, hingga Februari tahun depan, wilayah Kolut juga dibayang-bayangi curah hujan tinggi disertai petir. Namun, sejauh ini belum ada laporan longsor maupun banjir yang dianggap mengancam keamanan warga.

Gelombang tinggi disertai angin kencang saat ini memang membuat ciut nyali para nelayan untuk melaut, terkecuali beberapa orang saja. Sejumlah pencari hasil laut di Desa Pitulua memilih istirahat dan menutup perahu mereka dengan terpal. Namun masih ada yang nekat terombang-ambing dihantam gelombang pulang dari melaut. “Hanya dua perahu saja keluar hari ini (kemarin) karena angin kencang dan ombak tinggi,” ujar Dedi (32), nelayan setempat.

Hari itu, ia hanya membawa beberapa ekor ikan kecil saja dan memutuskan segera kembali ke darat karena perahunya terus dihempas gelombang. Dia terpaksa melaut hanya untuk keperluan konsumsi keluarganya saja. Sementara itu di Selatan Lasusua tepatnya di Desa Watutoru, telah ada sebuah tongkang yang belum diketahui pasti pemiliknya dijumpai warga terdampar di pesisir wilayah itu. Tugboat yang menarik tongkang tersebut diperkirakan sengaja melepas karena tak mampu lagi menarik akibat diterpa gelombang tinggi saat melintasi teluk. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top