Pariwara
Hukum & Kriminal

Polres Amankan Dua Mobil Berisi Sajam

Anggota Buser Timsus Harimau Polres Kendari mengamankan beragam senjata tajam dan minibus milik kelompok yang diduga akan melakukan menguasai lahan sengketa di depan MTs Kendari, Rabu (20/12). Foto: Adwin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa lahan antara H.Dengga dan Jony Tandiari belum berakhir. Rentetan penyerangan yang dilakukan antarkelompok anak buah Jony Tandiari dan H.Dengga berujung pembacokan Samsudin di depan MTs Kendari, Nopember lalu. Potensi keributan berhasil di gagalkan personel Polres Kendari. Polisi juga mengamankan dua unit mobil berisi senjata tajam dari kelompok H.Dengga berupa parang, samurai, badik dan busur.

Kuat dugaan kelompok H Dengga belum menerima putusan Mahkamah Agung yang memenangkan Jony Tandiari sehingga masih mengklaim lahan tersebut. Makanya, kelompok H.Dengga kembali berusaha menduduki lahan tersebut, Rabu (21/12). Hampir saja terjadi kericuhan antara kelompok H.Dengga dan kelompok Jony namun tim khusus “Harimau” Polres Kendari segera mencegahnya.

Rabu (21/12) siang, kelompok H.Dengga kembali mendatangi lahan itu menggunakan 1 unit minibus dan 1 unit truk. Mereka memaksa masuk di lokasi itu dengan tujuannya membuat mess. Namun, polisi datang setelah mendapat informasi itu dan melihat ada potensi kericuhan. Kelompok H.Dengga melarikan diri saat polisi datang. Sempat dikejar namun polisi tak berhasil menemukan kelompok tersebut. Meski begitu, dua unit kendaraan berhasil diamankan di Polres Kendari. “Kami amankan dua unit kendaraan dan senjata tajam. Memang ada dugaan persiapan jaga-jaga dari kelompok H.Dengga ini, karena kemungkinan mereka takut, ketika kelompok Jony Tandiari ini melawan,” ujar Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi membenarkan kejadian itu, Rabu (20/12).

Mantan Kapolres Konawe ini mengakui kelompok H.Dengga yang belum terima adanya surat akta kepemilikan lahan oleh Jony sehingga memaksa menduduki lahan tersebut, Rabu (21/12). Mereka diduga menyiapkan diri untuk melakukan perlawanan saat kelompok Jony mengusirnya. “Kami menyimpulkan seperti itu karena melihat didua unit kendaraan terdapat senjata tajam. Sebelum terjadi, kami langsung amankan. Sempat kami kejar kelompok mereka, tapi berhasil lari,” ungkap AKBP Jemi Junaidi.

Sebelumnya kata AKBP Jemi Junaidi, beberapa hari belakangan ini, kelompk H.Dengga memang sering datang kelokasi itu. Mereka masih mengklaim lahan milik Jony itu adalah milik mereka. Soal alasan kelompok H.Denggan mengklaim laha itu karena uang pembelian lahan belum dibayarkan semua, AKBP Jemi Junaidi belum berkomentar ke ranah itu. Yang jelasnya, pihaknya terus berjaga dilokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. AKBP Jemi Junaidi menjelaskan Jony Tandiari sudah melaporkan kasus ini di Polres Kendari karena kelompok H.Dengga berupaya merusak di lokasi itu.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan sengketa lahan ini dipicu pihak H.Dengga masih merasa memiliki lahan karena belum menerima seluruhnya pembayaran jual beli lahan dari Jony Tandiari. (ade/b)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top