Pariwara
Muna

Mutasi Amburadul, BKPSDM Muna Disorot

MUHAMMAD ERY/ KENDARI POS
Kepala BKPSDM Muna, La Kusa (kedua dari kiri) saat menjawab sorotan dari pihak DPRD terkait mutasi sejumlah pejabat yang menuai masalah, selasa (19/12)

KENDARIPOS.CO.ID — Mutasi 1.300 pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna, pekan lalu, ternyata menyisakan persoalan. Pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tak cermat dalam menyusun komposisi birokrasi yang dilantik. Ada beberapa aparatur yang mengisi jabatan baru, meski tak memiliki posisi eselon sebelumnya. Bahkan, ada yang sudah pensiun tapi tetap dilantik.

Anehnya, Kepala BKPSDM Muna, La Kusa mencoba berdalih, hal itu tanpa sepengetahuannya. Soal jabatan kepala sekolah yang telah pensiun namun menerima SK pelantikan dari bupati, ia melimpahkan persoalan itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai instansi teknisnya. Namun, ia menegaskan, berdasarkan amanah pimpinan, nama-nama yang telah dicantumkan dalam SK, tak boleh diganti. “Jadi dalam prosesnya, nanti akan dilakukan evaluasi. Terkait dengan kompetensi serta profesionalitas dalam bekerja. Tapi, SK itu akan direview kembali dalam waktu tak lama lagi,” argumen La Kusa saat menghadiri rapat dengar pendapat terkait mutasi tersebut di DPRD Muna, Selasa (19/12).

“Selama tiga bulan ke depan, akan dilakukan evaluasi. Tentu mengacu pada PP nomor 11. Pelantikan ini sangat amburadul. 2018, tidak ada lagi berdasarkan keinginan. Tapi berdasarkan kompetensi,” akunya. Mantan Kabaghumas Pemkab Muna tersebut mengatakan, ketidakhadirannya pasca mutasi, karena ia langsung dipanggil menghadap Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Makanya, ketidakhadirannya bukan faktor kesengajaan. Melainkan, ada urusan lain yang berhubungan dengan kepegawaian.

Ketua Komisi I DPRD Muna, Iskandar mempertanyakan pada pihak BKPSDM, bagaimana bisa pejabat eselon III dan IV dilantik tanpa melalui mekanisme serta mengacu pada aturan yang berlaku. Menurutnya, dalam hal pengangkatan pejabat, ada regulasi terkait standar kemampuan serta kompetensi. “Kenapa bisa begitu. Ini ada apa. Pengangkatan tidak melihat waktu pensiun, bahkan saya temukan Kepala SD Pasir Putih, empat bulan lalu pensiun dan sekarang sudah di Papua, tapi masih diangkat,” sindir Iskandar.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Komisi I, Awal Jaya Bolombo. “Ini sangat memprihatinkan. Sudah meninggal dilantik, pensiun dilantik. Apakah ini memenuhi prosedur. Apakah BKPSDM tidak punya data kepegawaian,” sorotnya. La Kusa lagi-lagi hanya bisa berdalih, mutasi itu, berdasarkan amanah pimpinan dan akan dievaluasi tiga bulan ke depan. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top