Diduga Perkosa Adik Ipar, Petani di Koltim Ditangkap – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Diduga Perkosa Adik Ipar, Petani di Koltim Ditangkap

Kaur Bin Ops Reskrim Polres Kolaka, Ipda Muhammad Saleng (baju putih) menunjukkan tersangka dugaan pemerkosaan, pria berinisial A (pakai masker), Senin (18/12). Foto: Zulfadli Nur/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah punya istri yang selalu melayaninya, pria berinisial A (33) masih tak puas dalam urusan penyaluran kebutuhan biologis. Terdorong syahwat, pria yang berprofesi petani di Koltim itu tega menggarap adik iparnya berinisial R (17) sejak April lalu. Kini, sang adik ipar mengandung hasil perbuatan bejat pria yang berdomisili di Desa Pinanggosi Jaya, Koltim. Pelaku harus berurusan polisi karena disangka melakukan pencabulan dan dia dibekuk di kediamannya, Senin (18/12).

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna melalui Kaur Bin Ops Reskrim Kolaka, Ipda Muhammad Saleng mengungkapkan pelaku memerkosa adik iparnya pada April lalu di sebuah kebun kakao di Desa Iwoimeaa Jaya, Kecamatan Aere, Koltim. Saat itu korban diajak ke kebun oleh tersangka. “Saat tiba di kebun, menurut korban dia diperkosa oleh tersangka,” ujar Ipda Muhammad Saleng.

Perwira dengan satu balok di pundak tersebut menambahkan, penangkapan tersangka baru dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari korban pada November lalu bahwa telah diperkosa oleh tersangka. Kata Ipda Muhammad Saleng, keluarga korban baru melaporkan kejadian tersebut setelah korban diketahui hamil.

“Jadi tersangka kami amankan berdasarkan LP/257/XI/2017/Sultra/Res. Kolaka tanggal 9 November 2017. Korban baru melapor karena dia baru tahu bahwa dirinya hamil tujuh bulan. Tersangka kami sudah amankan. Atas perbuatannya ia dapat dikenakan Pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” kata Ipda Muhammad Saleng.

Sementara itu, tersangka A dihadapan aparat kepolisan membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, dirinya tidak pernah melakukan pencabulan terhadap R. “Demi Allah, saya tidak pernah melakukan pencabulan itu. Saya juga tidak pernah mengajak R ke kebun. Walaupun saya dibunuh, saya tidak akan mengaku karena saya memang tidak pernah melakukan perbuatan itu,” kata A. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top