Pariwara
Buton Utara

Petani Butur Malah Jual Sapi Bantuan

HARDIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
Sapi bantuan yang disalurkan pemerintah pada kelompok petani di Desa Eensumala, Kecamatan Bonegunu, ditengarai dijual.

KENDARIPOS.CO.ID — Memprihatinkan. Sapi bantuan yang disalurkan pemerintah ke kelompok petani di Desa Eensumala, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) justru dijual. Dinas Pertanian Butur geram mendengar informasi tersebut. Satuan kerja perangkat daerah itu akan segera menginvestigasi keberadaan sapi-sapi bantuan yang disalurkan pada tahun 2016 itu.

Kepala Desa Eensumala, Samsul tak membantah, ada masyarakatnya yang tergabung dalam kelompok petani penerima bantuan, menjual sapi itu. “Sapi bantuan itu tak ternak tetapi dijual. Silahkan diinvestigasi ke lapangan langsung pastikan sapi-sapi itu apakah masih ada atau sudah dijual,” ujar Samsul saat ditemui di kediamannya, akhir pekan lalu.

Pengurus Penyaluran Sapi Bantuan Desa Eensumala, Hendra Gunawan membenarkan, ada kelompok petani menjual sapi bantuan itu. “Iya ada sapi yang dijual sebagaimana informasi yang berkembang,” ungkap Hendra Gunawan. Ia menambahkan, selain itu ada beberapa ternak sapi yang mati terserang penyakit.

Beberapa nama diduga kuat menjual sapi bantuan dalam kelompok diketuai Sujarwo dan anggotanya Asili, Maangke serta La Uwo. Salah satu penerima Sapi bantuan, Maangke membantah menjual sapi itu. Namun ketika diminta menunjukan keberadaan sapi bantuan yang diterimanya, ia tak bisa memperlihatkan . “Memang ada sapi bantuan yang dijual. Tetapi, hasil penjualan itu kemudian dibelikan sapi baru. Karena sapi bantuan itu kurus sekali dan tidak sehat,” argumen Maangke saat ditemui di kediamanya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Butur, Yusuf, berjanji, akan segera memastikan keberadaan sapi bantuan itu. Mantan Camat Kambowa tersebut mengungkapkan, bantuan ternak sebanyak 13 ekor disalurkan ke Desa Eensumala. Aduan adanya sapi ternak yang dijual telah diketahuinya. Jika terbukti, tindakan itu akan dipersoalkan secara hukum.

“Memang ada yang mengadu tentang penjualan sapi oleh beberapa masyarakat. Jadi nanti kita cek dulu siapa ketua kelompoknya dan datanya coba dilihat di kantor. Dalam waktu dekat ini kita akan turun di lapangan,” ujar Yusuf. Mantan Sekretaris BLH Butur tersebut menambahkan, banyak modus peternak mencari keuntungan. Ayam potong, kambing dan sapi yang diberikan dilaporkan mati. Ternyata dijual.

“Susah memang. Masyarakat di bantu ayam, dipotong lalu dilaporkan mati. Kambing juga begitu. Dibantu sapi dijual, makanya di tahun 2018 tidak diadakan lagi,” tandas Yusuf. (b/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top