Pariwara
Muna

Pasca Mutasi, Kantor di Muna Sepi

MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
Suasana pelantikan pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Muna yang dilakukan Bupati, LM Rusman Emba.

KENDARIPOS.CO.ID — Karakter pejabat di Muna, sudah sewajarnya ditatar kembali. Kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu sudah sulit diubah. Padahal, Bupati Muna, LM Rusman Emba telah mengintruksikan agar jajarannya bisa memberikan pelayanan maksimal. Malasnya abdi negara di Muna, kembali dipertontonkan. Pascamutasi pejabat eselon III dan IV sehari sebelumnya di aula utama Galampa By Pass Raha, sejumlah perkantoran terlihat sepi, Rabu (13/12).

Itu terlihat jelas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pada instansi pimpinan La Kusa ini, pejabat sekretaris, kepala bidang hingga kepala seksi tak berkantor. Hanya, para staf saja yang terlihat. Termasuk, gedung sekretariat kabupaten juga sepi dari aktivitas pegawai. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlihat sama. Hanya Kepala Bidang Pembinaan SD, Kudus Muharram yang masuk kantor.

“Tidak ada yang hadir. Mulai pimpinannya hingga lain. Saya bingung juga,” kata Kudus Muharram, di pelataran Dinas PK, rabu (13/12). Hanya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang terlihat tetap memberikan pelayanan pada masyarakat. Padahal, saat mutasi 1.300 pejabat yang berlangsung Selasa (12/12) malam itu, Rusman menekankan, agar kedisiplinan terus ditingkatkan. Jika tidak, maka akan berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat. Ia justru prihatin atas banyaknya oknum pegawai yang malas berkantor akhir-akhir tahun ini.

Namun, ucapan itu, sepertinya tak berlaku pada instansi BKPSDM dan Dinas PK pimpinan Ashar Dulu. Bupati Muna, LM Rusman Emba mengatakan, mutasi yang dilakukan, bukan sesuatu yang luar biasa. Sebab itu hanya siklus untuk bisa menuntaskan permasalahan di Muna. Namun, dirinya mengaku prihatin atas kedisiplinan aparatur akhir-akhir ini. “Saya prihatin dengan kondisi ini. Kita telah lakukan upaya dengan berkonsultasi pada KASN dan LAN dalam rangka menciptakan profesional birokrasi. Bagaimana daerah mau maju, jika aparaturnya malas berkantor. Kita harus ada usaha untuk berubah,” ujar Rusman.

Untuk itu, pejabat yang dilantik harus mendedikasikan amanah yang telah diberikan, agar harapan masyarakat terwujud. Suami Yanti Setiawati ini juga menyinggung soal satu tahun terakhir kepemimpinannya. Kata dia, ada birokrasi yang bekerja semaunya. “Tanggungjawab kita bukan saja digaji rakyat. Tetapi, semua akan kembali pada masyarakat. Di akhirat juga kita dimintai pertanggungjawaban. Karakter diri harus terbentuk,” sindirnya.

Untuk diketahui, ada 1.300 pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna yang berubah. Ada yang dinonjob, mengisi posisi kepala bidang di Dinas Perhubungan, kepala Puskesmas, sekretaris camat, sekretaris lurah, kepala sub bagian, kepala seksi hingga fungsional guru dan kesehatan. Termasuk, posisi kepala sekolah. (b/ery)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top