Pajak Belum Lunas, Tim Yustisi Sisir Penunggak PBB – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Pajak Belum Lunas, Tim Yustisi Sisir Penunggak PBB

Tim yustisi saat memasang plang pengumuman pemilik rumah mewah di kawasan Sao-sao itu menunggak PBB. Tim yustisi Pemkot yang dipimpin Kepala BP2RD Kota Kendari, Nahwa Umar turun langsung melakukan penagihan PBB. Bagi penunggak pajak yang enggan membayar maka bangunannya langsung dilabeli “Tidak/Belum Melunasi PBB”, Selasa (12/12). Foot: Elyn Ipo/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sebuah rumah mewah dengan kontruksi dan desain modern di kawasan Jalan Sao-sao, Kota Kendari dilabeli spanduk pengumuman “Tidak/Belum Melunasi PBB” oleh tim yustisi bentukan Pemkot Kendari. “Rumah sebesar ini baru tidak mampu membayar pajak kan lucu. Rp 5 juta ini tunggakannya, sudah berapa kali anggota turun tapi banyak alasannya,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Kendari, Nahwa Umar saat memimpin tim yustisi memasang label penunggak pajak, Selasa (12/12).

Tim yustisi juga menyisir tanah dan bangunan lain yang pemiliknya menunggak pajak bumi bangunan (PBB) yang nilainya puluhan juta rupiah. Tim juga menyambangi rumah makan Pendowo di kawasan Jalan Abunawas.

PBB menjadi sektor utama penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Kendari. Hanya saja pengutipan pajak sektor primadona itu setiap tahunnya tak pernah mencapai realisasi maksimal. Cukup banyak wajib pajak yang abai dengan kewajiban yang satu ini. Pemkot Kendari melalui BP2RD sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak itu. Mulai dari sosialisasi hingga tingkat kelurahan, pemasangan spanduk PBB, penagihan dari rumah ke rumah sampai melayangkan surat peringatan penyitaan barang pada wajib pajak. Namun belum mampu menggenjot penerimaan pajak secara maksimal.

Nah, agar kesadaran warga untuk menunaikan PBB tinggi maka Pemkot membentuk tim yustisi yang melibatkan aparat hukum untuk melakukan penagihan langsung pada masyarakat. Selasa (12/12), tim sudah bekerja di dua kecamatan yakni Mandonga dan Kadia. “Yang menunggak sangat banyak, tapi sasaran tim yustisi ini hanya rumah atau usaha-usaha yang tagihan PBB-nya jutaan rupiah,” ugkap Nahwa Umar.

Dia menegaskan seharusnya wajib PBB itu tak perlu kaget dengan kehadiran tim yustisi di tempatnya masing-masing. Sebab sebelum tim yustisi turun, BP2RD sudah tiga kali melayangkan surat pemberitahuan tunggakan pajak. Bahkan beberapa kali juru tagih mendatangi pemilik rumah atau pemilik usaha namun hasilnya tetap nihil. “Hari ini kita turun dan bawa spanduk. Mereka yang tidak bayar kita tempelkan spanduk itu di rumahnya dan akan kita buka kalau sudah lunas,” kata Nahwa Umar.

Jika ada wajib pajak yang nekat membuka spanduk “Tidak/Belum Melunasi PBB” itu maka aturan mainnya sudah jelas yakni bakal dikenakan sanksi membayar tunggakan pajak dua kali lipat. Mantan Kepala Inspektorat Kota Kendari itu sangat menyayangkan mereka yang menunggak pajak itu justru kebanyakan orang mampu.

Padahal jika dibanding dengan penghasilan seharusnya tak memberatkan. Apalagi itu memang kewajiban yang berlaku pada semua warga negara yang memiliki aset bangunan. “Kita berharap ini menimbulkan efek jera, bahwa kita tidak main-main dengan PBB ini. Warga tidak mampu saja mati-matian bayar pajak, lalu warga yang mampu justru banyak alasannya,” imbuhnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top