Kompak Lawan Arogansi AS – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Kompak Lawan Arogansi AS

Penolakan terhadap kebijakan Presiden AS Trump terus disuarakan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Khusus di Indonesia, pemerintah terus mendorong negara-negara yang tergabung dalam OKI untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Foto: JPNN

KENDARIPOS.CO.ID — Burung besi berwarna biru muda itu selasa (12/12) mengudara tepat pukul 11.00 dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Di dalamnya ada harapan dari 260 juta penduduk Indonesia yang menginginkan Palestina merdeka. Pesawat tersebut membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi ke Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

KTT-LB OKI akan berlangsung hari ini di Istanbul. Agendanya hanya satu: merumuskan sikap dan langkah atas arogansi Amerika Serikat yang mengklaim Jerussalem sebagai ibu kota Israel. Termasuk di dalamnya rencana pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Jerussalem. ”Ini adalah kesempatan pertama negara-negara OKI, untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel,’’ tegas Jokowi. Mengenai apa yang akan disampaikan Indonesia dalam KTT-LB tersebut, presiden bakal menyampaikan aspirasi rakyat Indonesia yang sejak 1945 konsisten mendukung Palestina untuk merdeka.

Dia akan menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas klaim sepihak AS atas Jerussalem. ’’Juga meminta negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina,’’ lanjut Presiden. Bulatnya suara penting untuk memperkuat sikap dan langkah yang akan diambil.  Presiden memastrikan Indonesia akan bertindak aktif dalam KTT-LB tersebut. terutama, dalam hal menentukan langkah OKI atas klaim AS. ’’Kita akan menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan, baik secara bersama-sama ataupun individu untuk membela Palestina,’’ tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan salah satu kunci perdamaian dalam konflik Jerusalem adalah persatuan Hamas dan Fatah. JK menyebutkan dua faksi itu harus benar-benar bisa bersatu terlebih dahulu untuk Palestina sebelum berhadapan dengan Israel dalam perundingan.
”Jadi bagaimana juga negara-negara Islam, termasuk negara Arab tentunya, mempersatukan antara Hamas dengan Fatah ini kemudian bersatu menghadapi Israel. Kemudian dunia juga mempelopori perdamaiannya, mendukung perdamaian itu,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, selasa (12/12). Tanpa opsi atau solusi yang konrkit itu dia menyebutan akan sulit untuk mewujudkan kedamaian dua negara.

JK mengungkapkan Hamas dan Fatah itu memang baru mencapai kesepakatan untuk menjalankan pemilu tahun depan. Dia berharap dalam pemilu tahun depan dua faksi itu sudah betul-betu dalam satu kepemimpinan. ”Karena di sana ada dua kepemimpinan, di sini ada presidennya, di sini ada perdana menteri. Jadi ada dua presiden yang diakui,” tambah dia.
Dia memastikan Indonesia tentu tetap akan mendukung dan menjaga hak-hak warga Palestina. Apalagi sudah ada banyak resolusi-resolusi yang diputuskan PBB. ”Dan memang ya solusinya dua negara, jadi bagaimana mempercepat solusi dua negara ini. Palestina diakui, Israel juga diakui,” tegas dia.

Di sisi lain, setelah bertemu dengan Menlu Jordania Ayman Safadi Senin (11/12), Menlu Retno LP Marsudi bertemu dengan Menlu Palestina Riyad Al Maliki di Amman, Jordania, selasa (12/12). Pada pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, kedua menlu membahas tiga hal utama.
“Yang pertama hasil pertemuan Liga Arab. Yang kedua, Menlu Palestina baru saja kembali dari Kairo. Kami membahas tentang pertemuan yang terjadi di Kairo. Dan yang ketiga tentu sana mengenai persiapan KTT OKI besok (hari ini, Red),” tutur Retno melalui keterangan resmi selasa (12/12).
Pada pertemuan tersebut, kata Retno, Indonesia dan Palestina sepakat untuk bersama-sama meminta para leaders bekerja sama menghasilkan outcome dokumen dari KTT OKI yang baik dann bermanfaat bagi Palestina. Menurut Retno, Palestina sangat mengapresiasi perhatian Indonesia kepada Palestina. Indonesia, sebagai negara non-Arab, dengan sigap melakukan diplomasi tanpa diminta.

“Mereka sangat mengapresiasi ini. Diplomasi tidak hanya kita lakukan dengan negara-negara anggota OKI. Tapi juga dengan negara-negara lain,” jelas Retno. Pada kesempatan itu juga, Retno menyampaikan bahwa dirinya secara intens berkomunikasi dengan menlu-menlu negara Eropa Barat menganai Palestina. Terakhir, Retno berkomunikasi dengan Menlu Inggris Boris Johnson dan Menlu Jerman Sigmar Gabriel.

“Saya juga sampaikan, setelah dari Istanbul akan ke Brussel untuk bertemu dengan menlu Uni Eropa (Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Red). Palestina memgapresiasi peran diplomasi yang dilakukan Indonesia,” kata diplomat asal Semarang itu. (byu/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top