Pariwara
Muna

Kasus DAK Muna, Penyidik Kembali Panggil Ratna Ningsih

Ratna Ningsih

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015 masih terus berlanjut. Meski sudah memeriksa puluhan saksi, namun lembaga yang dinakhodai Badrut Tamam ini belum puas alias masih perlu mendalami keterangan sejumlah saksi. Rencananya, dalam waktu dekat akan kembali memanggil Ratna Ningsih, mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Muna.

Wanita paruh baya yang kini menjabat staf ahli bupati bidang politik pemerintahan ini dianggap tahu banyak tentang urusan DAK Muna tersebut. Tercatat, sudah tiga kali Ratna Ningsih dipanggil penyidik. “Ratna Ningsih diagendakan untuk pemeriksaan ulang pekan depan. Tadi, dia datang untuk mengkonfirmasi kesiapan untuk hadir,” ungkap Ld Abdul Sofyan, Kasi Intel Kejari Muna saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (12/12).

Kata Sofyan, Ratna Ningsih juga diminta untuk menyiapkan bahan bahan yang menjadi materi pemeriksaan. Sejumlah nama juga masih akan diperiksa. “Masih ada beberapa nama lagi yang akan diperiksa. Intinya, kita akan kumpulkan bukti-bukti valid, supaya kuat saat dipersidangan nanti,” jelasnya.

Terkait penetapan tersangka, dia belum mau terbuka. Dia hanya menegaskan, masih akan memantapkan bukti-bukti tambahan. “Ada saatnya soal itu (penetapan tersangka). Pastinya, kita lengkapi dulu bukti-buktinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kajari Muna Badrut Tamam menjelaskan, jaksa masih membutuhkan keterangan pihak-pihak terkait, untuk melengkapi alat bukti yang telah ditemukan. Sebab, penyidik masih butuh bukti-bukti tambahan untuk menguatkan data yang dimiliki. Beberapa fakta baru yang ditemukan, kasus tersebut mengarah juga ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Nanti gabung TPPU. Kami akan lakukan pelacakan aset. Untuk melengkapi itu, penggeledahan bisa saja menjadi opsi terakhir,” tegas Badrut Tamam. Jika hasil penyidikan ditemukan terjadi penyimpangan, lanjut Badrut Tamam, penyidik punya kewenangan melakukan penyitaan.

Ditanya apakah yang diperiksa saat ini berpotensi sebagai tersangka, Badrut Tamam hanya berkomentar datar saja. Kata dia, untuk saat ini, yang diperiksa masih sebagai saksi. Nantinya, tinggal dilihat saja dalam proses penyidikan. “Nanti ada tahapan penetapan tersangka,” katanya. (b/ery)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top