Ambisi Para Debutan – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ambisi Para Debutan

Grafis: La ODe Kurniawan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kontestasi politik menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak mulai seru. Meski masih tujuh bulan lagi, namun aroma persaingan sudah terasa. Dimulai dengan perebutan dukungan partai politik (parpol) hingga simpati masyarakat. Tercatat, ada 10 pasangan calon (paslon) yang bakal bersaing memperebutkan kursi kepala daerah dari tiga daerah di Sultra.

Rinciannya, masing-masing empat paslon di pilwali Baubau dan pilbup Konawe, serta dua paslon (head to head) di pilbup Kolaka. Detailnya lihat grafis. Melihat keseriusan dan semangat para debutan (pendatang baru,red), incumbent sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Sebab, tantangannya beda dengan pilkada sebelumnya.

“Incumbent harus mewaspadai semangat para debutan. Sebab, mereka pasti mempersiapkan diri lebih matang dalam menghadapi pilkada,” ungkap Muh Najib Husain, Pakar Komunikasi Politik Sultra, selasa (12/12). Sejauh ini, dia melihat semua paslon masih memiliki peluang sama untuk menang. Peta kekuatan baru akan kelihatan kalau sudah masuk tahapan kampanye atau mendekati pemilihan.

Analisa Najib mewakili suara hati para penantang incumbent di pilkada. Di pilwali Baubau misalnya, pasangan Roslina Rahim-La Ode Yasin Majadu menegaskan sudah mempersiapkan diri menghadapi pilkada. Pasangan
berakronim “Rossy” ini sangat percaya diri keluar sebagai pemenang dalam pesta demokrasi nanti. “Kami punya basis massa yang jelas. Jadi sangat optimis bisa memenangkan pilwali,” yakinnya. Pasangan ini didukung dua parpol yakni PKB dan Hanura yang jumlahnya 5 kursi.

Kandidat lainnya, H. Yusran-Ahmad juga makin percaya diri menatap pilwali Baubau. Diusung PPP, Demokrat dan PKS, keduanya sangat yakin bisa keluar sebagai pemenang. “Kami sudah menyiapkan diri jauh hari untuk momentum ini (hadapi pilkada),” ujar Yusran. Didukung tiga parpol, pasangan ini sudah memenuhi syarat pencalonan.

Paslon lain, Wa Ode Maasrah Manarfah-Iksan Ismail juga tidak kalah optimis. Sudah berpengalaman satu periode memimpin Baubau, meski hanya sebagai wakil, namun dirinya bisa melihat apa yang dibutuhkan masyarakat Baubau. “Kami sudah tahu apa yang masyarakat inginkan. Makanya saya yakin bisa merebut suara mayoritas atau memenangkan pilkada,” katanya. Pasangan berakronim “Mama Iklas” itu didukung dua partai yaitu, PBB tiga kursi dan Gerindra dua kursi. Dari dua partai itu, PBB telah mengeluarkan SK dan Gerindra mengeluarkan surat rekomendasi.

Meski mendapat lawan tidak mudah, namun incumbent AS Tamrin-La Ode Ahmad Monianse tak gentar. Sudah terbukti membangun dan memberikan karya nyata bagi masyarakat serta mendapat dukungan mayorotas parpol, sehingga sangat optimis bisa kembali menang pilkada.

“Dukungan parpol besar ditambah karya nyata yang sudah kita berikan selama ini bisa menjadi garansi kalau kami bisa membangun daerah. Saya yakin masyarakat bisa melihat itu dan menjadi alasan untuk mengusung kami di pilwali tahun depan,” optimis AS Tamrin, selasa (12/12).

Tak hanya Baubau, ancaman debutan di pilbup Konawe juga cukup besar. Incumbent Kery Saiful Konggoasa akan mendapat lawan-lawan tangguh. Seperti Irawan Laliasa, Litanto dan Muliati Saiman. “Saya yakin masyarakat sudah cerdas memilih pemimpin sekarang. Makanya, kami optimis bisa menang pilkada,” ungkap H. Litanto. Pasangan Hj. Murni Tombili ini sangat yakin bisa berbicara banyak di pilkada karena diusung tiga parpol besar, PDIP, Demokrat dan PKB. “Jumlahnya 8 kursi. Ini sudah lebih dari cukup untuk maju pilkada,” ujarnya.

Paslon lain H. Irawan Laliasa dan Adi Jaya Putra tak kalah optimis. Khusus Irawan, ini adalah pertarungan keduanya dengan incumbent. Sebab, lima tahun lalu juga pernah sama-sama maju. “Kami sudah belajar dari pengalaman, makanya sangat optimis bisa jadi pemenang,” katanya. Pasangan dengan akronim Ber-Hijra ini berhasil mendapatkan dua partai pengusung, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Dua partai tersebut, memiliki masing-masing 3 kursi di DPRD Konawe, sehingga memenuhi syarat pencalonan.

Sementara itu, satu-satunya kandidat yang menggunakan jalur perseorangan, yakni pasangan Muliati Saiman dan Mansur, juga telah dinyatakan telah memenuhi syarat administrasi. Kini akan dilakukan verifikasi faktual. Tim pemenangan keduanya membawakan 21 ribu copy KTP, sebagai syarat dukungan kepada KPUD Konawe.

“Syarat untuk mendaftarkan calon perseorangan itu minimal harus mendapat dukungan 16.677 warga. Sedangkan kami membawa 21 ribu foto kopi KTP dari warga yang mendukung Muliati Saiman di pilkada Konawe 2018 mendatang, dan kami yakin akan lolos verifikasi administrasi dan faktual,” ungkap Laison Officer (LO) MS, Puter Rasyid. Sama halnya kandidat lain, pihaknya juga sangat yakin bisa menang pilkada. “Kami sudah lakukan kerja-kerja pemenangan di masyarakat. Dukungan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat,” ucapnya.

Pasangan Kery Saiful Konggoasa -Gusli Topan Sabara tak gentar menghadapi banyaknya lawan potensial. Dia malah semakin senang banyak calon yang muncul. Mengantongi dukungan Partai Amanat Nasional dan Partai Nasional Demokrat (NasDem), dirinya percaya diri bisa kembali memenangkan pilkada. “Masyarakat juga sudah melihat kinerja saya selama ini. Sehingga, saya optimis bisa kembali dipercaya memimpin Konawe,” kata Kery. Mantan Ketua PAN Konawe ini mengaku sudah siap meski pilkada digelar dalam waktu dekat.

Sebenarnya, masih ada satu paslon lagi berpotensi maju, yakni H. Syamsul Ibrahim – H. Alauddin. Peluangnya terbuka karena sejauh ini masih ada Gerindra dan PBB dengan jumlah 7 kursi belum keluarkan dukungan. Alaudin mengaku terus lakukan lobi politik untuk itu. Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengaku siap maju mendampingi Syamsul Ibrahim, dan kini ia telah melakukan komunikasi dengan partainya. Sementara Syamsul kata dia, tengah berurusan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). “Kalau pak Syamsul sudah dapat rekomendasi Gerindra, dan saya dapat rekomendasi PBB, maka kami siap maju di pilkada Konawe,” kata Alauddin, selasa (12/12).

Paling seru tersaji di pilkada Kolaka. Hanya ada dua paslon yang maju betraung. Mereka adalah incumbent Ahmad Safei dan Hj Asmani Arif. Berstatus debutan, Asmani yang berpasangan Syahrul Beddu sangat optimis bisa mengalahkan lawannya. “Persiapan sudah matang. Kami yakin masyarakat butuh pemimpin baru,” kata Asmani.

Pasangan ini diusung PKS dan Golkar. Ketua Tim Pemenang Paslon Hj Asmani Arif-Syahrul Beddu, Chardi menuturkan, setelah mendapatkan dukungan parpol, pihaknya saat ini melakukan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan maksimal. Dimana pada pemungutan suara nanti, pihaknya menargetkan dapat memperoleh suara di atas 50 persen.

“Kami akan sosialisi di seluruh kecamatan. Dari 12 kecamatan yang ada di Kolaka, baru tiga kecamatan yang kami sosialisasi yaitu Wundulako, Wolo dan Samaturu. Dengan melihat antusias warga saat kami sosialisasi di tiga kecamatan tersebut, maka kami optimis dapat meraih suara di atas 50 persen,” yakinnya.

Paslon petahana Ahmad Safei-Muhammad Jayadin (SMS-Berjaya) kini telah mendapat dukungan 10 parpol dari 12 parpol yang memiliki kursi di DPRD Kolaka. Mendapat dukungan parpol mayoritas, pasangan ini sangat yakin bisa kembali terpilih. “Pastinya, kami optimis bisa kembali terpilih,” ujar Ahmad Safei.

Humas SMS Berjaya, Asdar Pamma mengatakan, dari 10 parpol yang sudah menyatakan dukungannya kepada SMS Berjaya, delapan diantaranya telah memastikan dukungannya dengan surat keputusan (SK) DPP. Sedangkan dua parpol lainnya tinggal menunggu waktu.

“Dua parpol yang belum memberikan SK adalah PBB dan PKB. Kedua partai tersebut masing-masing mempunyai satu kursi di DPRD Kolaka. Terkait pemberian SK, itu hanya persolan waktu saja, karena saat ini sedang diproses dan rencananya pekan ini SK tersebut sudah akan kami terima. Dukungan parpol ini menambah amunisi untuk memenangkan pilkada,” imbuhnya.

Sebagai tambahan, tahapan pilkada saat ini terus berlanjut. Sesuai jadwal, pendaftaran paslon akan dimulai 8 Januari hingga 10 Januari 2018. Selanjutnya, penetapan paslon 12 Februari 2018. Kampanye dimulai 15 Februari hingga 23 Juni dan pemungutan suara digelar 27 Juni 2018. (b/ahi/hel/fad/ing)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top