Pariwara
HEADLINE NEWS

Presiden Apresiasi Wali Kota Kendari

Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (kiri) menerima penghargaan berupa Anugerah Kota Peduli Hak Asasi Manusia dari Kementerian Hukum dan HAM. Penghargaan diserahkan langsung Menkumham, Yasona Laoly saat peringatan puncak hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-69 di Solo, Minggu (10/12). Presiden Joko Widodo ikut hadir

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kali ini, otorita Adriatma Dwi Putra mendapat penghargaan berupa Anugerah Kota Peduli Hak Asasi Manusia dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Sembilan daerah di Sultra juga mendapatkan penghargaan serupa.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menkumham, Yasona Laoly kepada Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra saat peringatan puncak hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-69 di Solo, Minggu (10/12). Hebatnya, Kota Kendari masuk peringkat 6 nasional dari 515 kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan menyampaikan data capaian terkait dengan pemenuhan HAM. Presiden Joko Widodo yang ikut menghadiri pemberian pemberian penghargaan itu memberikan apresiasi.

“Selamat kepada para penerima penghargaan. Saya harap, ini menjadi motivasi agar bekerja lebih baik lagi ke depan. Kalau tidak bisa ditingkatkan, minimal mempertahankan penghargaan yang didapat,” kata Jokowi. Khusus di Sultra, ada 9 daerah lain yang juga menerima penghargaan, yakni Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Bau-Bau.

Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra mengaku bersyukur menerima penghargaan tersebut. “Penghargaan ini menjadi motivasi buat kita untuk bekerja lebih baik lagi ke depan,” ujar Adriatma usai menerima penghargaan, Minggu (10/12).

Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah kerja keras seluruh elemen di Pemkot Kendari dan masyarakat. Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan dan aktivis dan elemen masyarakat lain atas dukungannya sehingga Kota Kendari jadi kondusif dan peduli HAM. “Penghargaan ini harus disyukuri sambil berkomitmen untuk berbuat yang terbaik lagi ke depannya,” jelasnya. Sebab, sebenarnya hal yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan serta meningkatkan kepedulian Pemkot terhadap HAM kepada seluruh masyarakat.

Ada beberapa item yang jadi penilaian sehingga berhak mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Kabupaten/kota peduli HAM didasarkan pada pelaksanaan dari penghormatan, pemajuan, pemenuhan, penegakan dan perlindungan atas 5 hak yaitu hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman dan hak perempuan dengan 16 indikator.

“Penilaiannya mulai Januari sampai Desember tahun sebelumnya,” jelasnya. Saat ini, kriteria daerah kabupaten/kota peduli HAM didasarkan pada terpenuhinya 7 kriteria, yakni hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan dan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan yang layak dan hak atas lingkungan berkelanjutan. Semua diukur dalam 10 indikator struktur, 30 indikator proses dan 60 indikator hasil. “Jadi total ada 100 indikator, lebih rinci dibanding penilaian sebelumnya yang hanya 16 indikator. Sebelum dikirim ke Kementerian Hukum dan HAM, penilaian ini dikirm ke Kantor Wilayah Kemenkumham untuk diverifikasi,” terangnya.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga juga menerima penghargaan Anegerah Kabupaten Peduli HAK Asasi Manusia dari Menkumham, Yasona Laoly. Secara keseluruhan, ada 10 kabupaten/kota di Sultra dapat penghargaan ini.

Kabag Humas Pemkot Kendari Astibar Karu mengatakan, Pemkot Kendari patut berbangga karena masuk urutan ke 6 nasional dari 515 kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan menyampaikan data capaian terkait dengan pemenuhan HAM. “Satu lagi penghargaan yang diraih Pemkot Kendari dimasa Pemerintahan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan Wakil Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dengan menerima Penghargaan Peduli HAM pada Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke- 69. Tentunya ini menjadi motivasi untuk jajaran Pemkot agar bekerja lebih baik lagi khususnya pencapaian HAM,” katanya.

Saat menerima penghargaan wali kota didampingi Ketua TP PKK Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Adriatma, S.KM dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari Dr. Ridwansyah Taridala. Penghargaan serupa juga didapat Pemkot Baubau. Semua itu tak lepas dari tangan dingin Wali Kota Baubau, Dr. H. AS Tamrin saat memimpin. Penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) 2017 diterima Kota Semerbak itu, setelah pada 2015 silam pengakuan yang sama dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (RI) itu juga diperoleh.

Capaian pretasi yang kedua kalinya itu, menjadi gambaran bagi Baubau, sebagai kota yang menjunjung tinggi HAM. Dalam artian interaksi serta hubungan sosial antara satu dengan lainnya dalam masyarakat membaik. “Semua ini berkat kondisi interaksi masyarakat yang harmonis. Kemudian, keterlibatan kaum laki-laki maupun perempuan dalam setiap kegiatan tertata dengan baik. Tidak ada yang dibeda-bedakan, semua berjalan sesuai porsinya masing-masing,” kata AS Tamrin.

Bupati Konsel H Surunuddin Dangga juga bangga bisa menerima penghargaan sebagai Kabupaten peduli hak asasi manusia (HAM). “Patut kita berbangga dengan penghargaan ini. Sebab, pertama kali kita raih sejak berdirinya Konsel. Prestasi ini adalah bukti keseriusan dalam mewujudkan kewajiban dan tanggung jawab Pemkab Konsel dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan HAM,” kata Surunuddin Dangga, usai menerima piagam penghargaan.

Prestasi itu, kata dia sejalan dengan tagline Pemkab Konsel “Desa Maju Konsel Hebat” yakni untuk melindungi dan menerapkan produk hukum kepada masyarakat terkait isu peduli HAM berdasarkan implementasi Perpres No 75/2015 tentang RANHAM, dan sesuai regulasi khusus Permen Hukum dan HAM No 34/2017 yang mengatur kriteria penilaian kota peduli HAM.

“Diharapkan kesadaran hukum warga Konsel makin meningkat. Dengan terlibat langsung di setiap kesempatan dan kegiatan dengan membantu mengontrol, mengawasi serta mencegah perilaku menyimpang dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, terutama berkaitan penyalah gunaan dana pemerintah,” imbuhnya.

Pemkab Kolaka Utara juga menerima penghargaan serupa. Bupati Kolut, Nurrahman mengaku penghargaan tersebut menjadi pelecut semangat untuk bekerja lebih giat lagi, khususnya dalam mengurus masalah kemanusiaan. “Prestasi ini didapat berkat kerja sama semua pihak, khususnya stakeholder Pemkab Kolut dan masyarakat,” imbuhnya. (b/kmr/ahi/rus/kam/ing)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top