Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Neraca perdagangan Sultra Alami Surplus

Suasana Pelabuhan Bongkar-Muat Komoditi yang cukup sibuk di Kota Kendari. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Nilai ekspor Sultra sepanjang Oktober tahun 2017 mengalami kenaikan hingga USD 76,06 juta atau sebesar 101,86 persen. Ini jauh lebih tinggi dari capaian bulan September yang hanya USD 37,68 juta. Sementara nilai impor tercatat USD 75,02 juta. Ini adalah kabar yang cukup menggembirakan, karena akhirnya neraca perdagangan Sultra mampu surplus (ekspor lebih besar daripada impor) beda dengan masa-masa sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Atqo Mardiyanto menjelaskan, Sultra punya potensi alam yang sangat potensial untuk tunjang perdagangan luar negeri. Alhasil, data statistik ekspor yang diperoleh dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea dan Cukai pun menunjukkan hasil terbaik dengan lebih tingginya nilai ekspor dibanding impor Oktober lalu.

“Komoditas yang selama ini jadi andalan adalah besi dan baja serta hasil-hasil laut yang banyak dikirim ke benua Asia, Australia sampai Eropa,” terangnya.

Sementara volume ekspor juga tercatat naik 13,80 persen dibanding bulan September yaitu dari 307,99 ribu ton menjadi 350,48 ribu ton. Secara detail, ekspor sepanjang Oktober didominasi oleh besi dan baja 33,26 ribu ton, bijih logam, perak dan abu 315,79 ribu ton, selain lak, getah dan damar, ikan dan udang, kakao dan olahannya, buah dan biji yang dapat dimakan, kayu dan barang dari kayu termasuk arang, kapal laut dan bangunan terapung, minyak atsiri, wangi-wangian dan kosmetika, bahan bakar mineral dan paket pos, parsel sekaligus barang dikembalikan lainnya.

Sambung Atqo, Tiongkok, Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Thailand, Vietnam, Jepang, Meksiko, Spanyol, Hongkong, Perancis, Papua Nugini, Brazil, Belgia, Puerto Rico, Guadeloupe, Mauritius, Argentina, Belanda, dan Kanada adalah negara yang paling dituju produk ekspor bumi anoa, dengan volume terbesar ke Tiongkok lanjut Korea Selatan.

“Sebagian besar komoditi dikirim lewat Pelabuhan Pomalaa Kolaka, disusul Pelabuhan Kendari, melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Ujung Pandang, Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Hasanuddin,” paparnya.

Sementara impor Sultra sepanjang Oktober didominasi oleh barang dari batu, gips, semen, asbes, mika atau bahan sejenisnya, lalu bahan bakar mineral, mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik juga bagiannya, perabot rumah tangga, kendaraan selain yang bergerak di atas rel, karet dan barang dari karet, logam tidak mulia, alat dan aparat optik, fotografi, sinematografi serta perlengkapannya, kain kempa dan bukan tenunan.

“Negara asal impor juga Tiongkok, lalu Singapura, Malaysia dan Vietnam. Pelabuhan Kendari dan Pelabuhan Baubau adalah yang paling banyak bongkar komoditi impor,” tambahnya.

Nilai neraca perdagangan Sultra yang akhirnya surplus USD 1,04 juta adalah sebuah indikasi baik. Ini jadi penanda bahwa masyarakat Bumi Anoa mulai produktif lebih (feb/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top