Pariwara
Buton

Buton Masih Aman Difteri

Sumardin

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah difteri kini mulai menghebohkan Indonesia. Bahkan cenderung ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Setidaknya, dalam rilis Kementerian Kesehatan RI, sudah ada 11 provinsi yang wilayahnya terdapat kasus difteri. Hanya saja, penyebaran penyakit itu tidak perlu dikhawatirkan di Buton.

Kepala Dinas Kesehatan Buton, Sumardin, mengaku bersyukur masyarakatnya masih aman dari penyakit infeksi tersebut. Sampai sejauh ini, 14 Puskesmas intensif melakukan pemantauan di lapangan. “Kalau ada gejala, saya minta mereka (Puskesmas) segera melaporkan ke kami,” jelasnya, akhir pekan lalu.

Difteri merupakan penyakit serius yang terjadi pada hidung dan tenggorokan. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh kuman corynebacterium diptheriare dan dapat menyerang anak usia Balita hingga sembilan tahun. “Kenapa anak usia dini, karena kekebalan tubuhnya belum stabil, jadi mudah terserang virus,” tambahnya.

Meski demikian, Sumardin tetap meminta seluruh instansi kesehatan seperti RSUD Buton dan Puskesmas terus memantau perkembangan wabah difteri di masyarakat. Pengamatan itu dilakukan dengan menyosialisasikan bahaya penyakit difteri. “Setiap warga ke Puskesmas, kami sampaikan. Baik gejala penyakit ini maupun langkah penanganannya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, penularan difteri dapat terjadi melalui cairan saat seseorang mengalami batuk ataupun bersin. Gejala penderita difteri sendiri yakni demam tak begitu tinggi, 38 derajat celcius, tenggorokan sakit saat menelan sesuatu dan juga disertai sesak nafas. (c/m1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top