Pariwara
Hukum & Kriminal

Pembakar Istri Muda Peragakan 30 Adegan

Herstati, tersangka pembunuhan terhadap istri muda suaminya memeragakan 30 adegan dalam kronologi pembakaran yang menewaskan dua orang, Sahija dan anaknya yang berusia dua tahun, Iswatin. Proses rekonstruksi dipimpin Kapolsek Wiwirano, Ipda Alamsyah (kanan). Foto: Helmin Tosuki/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Personel Polsek Wiwirano, Konawe Utara ingin perkara tewasnya istri muda mendiang Sahija (40) dan anaknya Iswatin (2) yang dibakar oleh istri tua, Herstati (48) terang benderang. Kronologi pembakaran Sahija dan anaknya kembali dilakukan dalam rekonstruksi di lokasi kejadian di Desa Molore, Kecamatan Langgikima.

Tersangka tunggal, Herstati di kawal ketat personel polisi. Dia memeragakan 30 adegan pembunuhan yang diduga sudah direncanakan.  Seratusan warga Langgikima berdatangan melihat langsung kronologi pembakaran yang dilakukan tersangka Herstati yang tak lain istri tua dari pria bernama Amir B.

Rekonstruksi dipimpin Kapolsek Wiwirano, Ipda Alamsyah yang dibackup tiga personel Polres Konawe, lima personel Polsek Asera dan 16 personel Polsek Wiwirano. “Tersangka peragakan 30 adegan mulai dari awal hingga tersangka membakar korban. Dengan lokasi rekonstruksi dirumah korban di Desa Molore Kecamatan Langgikima,”ujar Kapolsek Wiwirano, Ipda Alamsyah Nugraha yang ditemui di Polsek Asera, jumat (8/12).

Mantan Kapolsek Kusambi Polres Muna itu menambahkan rekonstruksi berlangsung tertib, lancar dan situasi relatif kondusif. Usai memperagakan 30 adegan, tersangka langsung dibawa kembali ke Polres Konawe dengan pengawalan enam personel Polres Konawe dan Wiwirano.

Pengganti Ipda Suhermin itu menambhakan berkas perkara tersangka akan dilakukan dilimpahkan dalam tahap satu ke Kejari Unaaha, pekan depan. “Dalam kasus ini sebanyak enam orang saksi. Diantaranya anak tersangka dan tetangga korban yang mengetahui insiden tersebut,”ujar alumni Akpol asal Provinsi Riau itu.

Penyidik menerapkan pasal berlapis pada pelaku, Herstati, yakni pasal 340 jocnto pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan, serta ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Kita kenakan pasal berlapis, karena korbannya sudah meninggal,” ungkap Ipda Alamsyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Herstati pelaku pembakaran terhadap Sahija (40) dan anaknya Iswatin (2). Korban dibakar dirumahnya pada Minggu (19/11) 2017 sekira 22.30 wita di Desa Molore. Beberapa hari dirawat, Sahija dan anaknya Iswatin meninggal dunia karena mengalami luka bakar parah. (min/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top