Pariwara
Nasional

Kurangi 70 Sampah Lautan di 2025

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Indonesia menyatakan dukungan dan komitmen terhadap sanitasi, dan pembersihan sumber daya air pada forum The Third Meeting of the United Nations Environmental Assembly, di Nairobi, Kenya, 4-6 Desember 2017 lalu. Berbicara pada forum tersebut adalah Dubes Indonesia untuk Kenya, Soehardjono Sastromihardjo. Soehardjono mengatakan, Indonesia akan berperan besar dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke – 6 PBB, yakni Sanitasi dan Air Bersih.

Dalam beberapa tahun terakhir, Soehardjono menyebut indonesia telah menunjukkan langkah-langkah konkrit, seperti efisiensi efisiensi air untuk industri sekitar 492 juta metrik ton, mengurangi debit polusi menjadi 535 juta metrik ton, serta mengurangi 90% limbah air limbah domestik.”Akss terhadap sistem sanitasi indonesia jugas sudah meningkat 62 persen tahun lalu,” katanya.

Dalam sumber daya laut, Soehardjono mengungkapkan indonesia juga menaruh perhatian besar dalam mengurangi sampah lautan (marine debris), pengendalian pencemaran, serta perlindungan ekosistem gambut.

“Komitmen tersebut digariskan dalam target pengurangan 70 persen sampah laut, serta 30 persen limbah padat domestik pada tahun 2025,” katanya.

Soehardjono juga menjelaskan, dalam memastikan kesehatan laut dan terkait dengan SDGs 14, sejak tahun 2015 Indonesia telah memerangi praktik penangkapan ikan secara ilegal. “Indonesia secara konsisten terus berupaya melindungi dan melestarikan terumbu karang, termasuk dengan menanam kembali terumbu karang dengan partisipasi masyarakat, sektor swasta dan generasi muda,” tambahnya.

Sejak April 2017 Indonesia telah menerapkan standar emisi kendaraan yang setara dengan Euro 4, yang akan mengurangi 60% belerang di daerah perkotaan pada tahun 2050. “Pada polusi kabut, indonesia telah berhasil mengurangi polusi kabut yang mempengaruhi negara-negara tetangga sampai hari nol pada tahun 2017, dibandingkan dengan 24 hari di tahun 2015,’’ ungkapnya Soehardjono.

Pada tahun 2020, Indonesia mematok target untuk merestorasi 680.000 hektar lahan gambut, dari target 2 juta hektar pada tahun 2020, Ini, kata Soehardjono merupakan dukungan terhadap usaha pencapaian kontribusi nasional pengurangan emisi karbon sebesar 20% pada 2030.

Selain upaya perbaikan dalam negeri, Indonesia juga aktif dalam komitmen internasional melalui kerjasama dan kemitraan global dalam mengurangi dan menghilangkan polusi dunia. “Indonesia siap membantu negara-negara berkembang lainnya melalui Kerjasama Selatan-Selatan dan Segitiga di bidang pengelolaan pertanian, kehutanan dan kawasan pesisir,” pungkasnya.(tau/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top