Pilot Konsumsi Narkoba tak Boleh Lagi Terbangkan Pesawat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Pilot Konsumsi Narkoba tak Boleh Lagi Terbangkan Pesawat

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Tertangkapnya Pilot Lion Air berinisial MS karena mengkonsumsi sabu-sabu mencoreng dunia penerbangan Indonesia. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akhirnya ambil sikap. Sebab menurut Dirjen Hubud Agus Santoso dengan mengkonsumsin narkoba, pilot tersebut dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

”Narkoba mempunyai dampak yang berbahaya bagi seseorang, apalagi yang berprofesi pilot,” tutur Agus. Yang dikhawatirkan adalah jika pilot dalam pengaruh narkoba dan menerbangkan pesawat, bisa menyebabkan banyak nyawa terancam. ”Jadi tidak ada toleransi lagi, pilot yang menggunakan narkoba harus dikenakan sanksi berat,” imbuh Agus.

Sanksi yang dimaksud Agus adalah Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) serta UU no. 1 tahun 2009 tentang penerbangan. ”Sebagai tahap awal, pilot yang bersangkutan tidak boleh menerbangkan pesawat (grounded) mulai dari saat ditangkap hingga keluar hasil pemeriksaan dari pihak yang berwajib” katanya.

Di sisi lain, Agus juga meminta para pilot dan maskapai penerbangan untuk selalu memperhatikan kesehatan baik fisik maupun mentalnya. Maskapai penerbangan pun diminta membantu dengan mematuhi aturan terkait jam terbang pilot. Sehingga pilot terhindar dari kelelahan. ”Pilot dan maskapai penerbangan harus bekerjasama dalam menanggulangi  kelelahan. Ikuti saja aturan yang berlaku dengan baik dan benar,” ujar Agus.

Agus berharap pilot dan maskapai penerbangan dengan aktif  ikut menjaga  keselamatan penerbangan Indonesia yang diakui dunia dengan mendapatkan nilai sebesar 81,15 persen dalam audit USOAP ICAO pada Oktober 2017 lalu. Dia menginstruksikan kepada seluruh maskapai agar menerapkan aturan sehingga seluruh air crew yang dikelolanya sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Agus juga menambahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara berkesinambungan akan melakukan pengawasan dan Ramp Check khusus narkoba. Terutama menjelang natal dan tahun baru, Ramp Check khusus ini akan dilakukan oleh para inspektur atau dokter penerbangan dari Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Sebelumnya pilot dari maskapai Lion Air dengan inisial MS ditangkap oleh Satnarkoba Polres Kupang Kota pada hari Senin lalu(4/12) . MS ditangkap sekitar pukul 21.20 WITA di kamar T-more Hotel Kupang saat beristirahat setelah menerbangkan  pesawat  JT 924. Dalam penangkapan itu, MS kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,3 gram.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi memastikan tidak ada toleransi bagi awak pesawat yang terbukti menggunakan narkotika. Apalagi bila penggunanya justru pilot yang bertanggung jawab membawa penumpang dengan selamat. ’’Kita akan tindak tegas. Sesuai dengan ketentuan, kita akan cabut license-nya (lisensi terbang),’’ ujar Budi di Istana Bogor, rabu (6/12).

Budi mengakui, narkoba masih menjadi masalah besar di Indonesia. Karena itu, dia pun tidak akan main-main dalam urusan narkoba. ’’Kami bersama BNN akan meneliti lifestyle pilot-pilot ini. Melihat apa saja kegiatan mereka di luar (jam terbang),’’ lanjutnya. Dari situ, akan bisa dilihat ada tidaknya hal-hal prinsipil dalam profesi mereka yang dilakukan.

Sementara, mengenai maskapai Lion Air sendiri, Menhub belum mau berkomentar banyak. Pihaknya akan melihat prosedur yang ada. Dari situ, barulah bisa muncul rekomendasi tindak lanjut. ’’Kita tidak bisa bertindak di luar apa yang digariskan international rule,’’ tambahnya. (lyn-byu/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top