Pegawai BLUD Konawe Murni Gantung Diri – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Pegawai BLUD Konawe Murni Gantung Diri

Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam menunjukan barang bukti yang digunakan korban Asni Sari Sadaoda memungkasi nyawanya dengan cara gantung diri. (kanan) Pihak keluarga diperbolehkan melihat tersangka penggelapan motor korban, oknum polisi Bripda Agus Sulistio (baju merah) dari balik jeruji Polres Konawe. Foto: Helson Mandala Putra/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Asni Sari Sadaoda ditemukan tewas tergantung di kediamannya di BTN Satria Nusantara, Kelurahan Asambu, Kecamatan Unaaha, Kamis (30/11) sore lalu. Kematian Staf Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Unaaha itu sempat menimbulkan beragam spekulasi. Ada yang menduga, kematiannya penuh kejanggalan. Namun semua itu terbantahkan dengan hasil pemeriksaan forensik kepolisian.

Satuan Reskrim Polres Konawe telah memastikan insiden tewasnya Asni Sari Sadaoda (34) adalah murni kasus gantung diri. Diduga akibat kekerasan psikis yang dilakukan oleh oknum polisi Bripda Agus Sulistio (27), yang dilaporkan telah menggelapkan motor milik korban, Asni Sari Sadaoda.

Ahli Forensik RS Bhayangkara Kendari, Kompol dr. Mauluddin mengaku tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, namun ia menemukan jejak peradangan pada leher korban akibat lilitan tali, sehingga pihaknya menyatakan sebagai kasus gantung diri.
Menurutnya, tidak ditemukannya cairan sperma dari korban, atau lidah yang terjulur keluar, bukan berarti korban dibunuh, sebab tidak semua kasus gantung diri memunculkan ciri seperti itu.

“Dalam kasus gantung diri, posisi tubuh tidak harus dari ketinggian, namun cukup untuk menjerat leher. Sedangkan, adanya cairan sperma atau lidah terjulur itu cuma sunnah, dan tidak selalu ada. Intinya itu ada jejak intravital di leher, dan terbukti itu terjadi saat korban masih hidup,” ujar dokter yang juga Kasubbdit Dokpol RS Bhayangkara.

Dalam kasus ini, ia berargumen bahwa penyebab gantung diri tidak berhubungan dengan gangguan jiwa, namun berhubungan dengan kekerasan psikis yang dialami oleh korban. Jejak kekerasan itu telah diuraikan oleh tim Reskrim Polres Konawe, dan menemukan adanya motor korban yang digadaikan tanpa ijin. “Ini bisa menjadi pemicu satu rangkaian kekerasan psikis, dan untuk mencari kebenaran itu telah dilakukan pemeriksaan DNA, pemeriksaan jejak digital dan hasil pemeriksaan forensik,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan, bahwa terlapor Bripda Agus Sulistio (27), tidak tahan karena sangkaan tewasnya Asni Sari Sadaoda. Oknum polisi itu ditahan sebagai tersangka penggelapan sepeda motor milik korban, Asni Sari Sadaoda. Ia dikenakan pasal 372 KUHPidana. Ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara. “Seperti yang disampaikan tim forensik bahwa ini kasus gantung diri, dan Agus kita tahan bukan karena itu, tapi karena menggelapkan sepeda motor korban,” tukas Iptu Rachmat Zam Zam.

Sementara itu, kerabat dekat korban bernama Rolansyah mengaku tidak puas dengan hasil pemeriksaan polisi. Dia meninginkan adanya penyelidikan lebih dalam terkait kasus tersebut. “Almarhumah dikenal kuat mentalnya, posisi tubuh juga tidak masuk akal saya sebagai orang awam. Apalagi pintu rumah tidak terkunci rapat. Kalau bunuh diri, banyak kejanggalan yang saya rasa,” ujar Rolan. (hel/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top