BNNP Perlu Strategi Baru Cegah Narkoba – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

BNNP Perlu Strategi Baru Cegah Narkoba

Bambang Priyambadha

KENDARIPOS.CO.ID — Perang terhadap narkoba sudah mutlak bagi Badan Narkotika Nasional (BNN), termasuk BNN Provinsi Sultra dalam kendali Brigjen Pol Bambang Priyambadha. Beragam cara yang dilakukan pelaku penyalahgunaan narkoba mengelabui petugas sehingga aparat pun dituntut punya cara mutakhir untuk menangkal kerja-kerja mafia narkoba.

BNNP Sultra selalu siaga dan tangkas menangkal peredaran narkoba. Itu semua tak lepas dari kerja keras dan komitmen kuat yang dipegang teguh ditambah lagi cara yang digunakan tak kalah hebat dengan para pelaku narkoba.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Bambang Priyambadha mengatakan semakin tingginya penyalahgunaan narkoba di Sultra membuat kerja-kerja lembaga pencegahan dan penyalagunaan narkoba seperti BNN selalu tangkas. Artinya, proses penegakan kepada para pelaku, pengedar, hingga bandar narkoba memang mesti diperhatikan. “Selain itu, harus ada strategi baru untuk mencegah narkoba masuk di Sultra,” ujar Brigjen Bambang Priyambadha saat menggelar rapat evaluasi kebijakan strategi nasional dan pemberantasan narkoba di salah satu hotel di Kendari, Rabu (6/12).

Dalam rapat itu, Brigjen Bambang Priyambadha menegaskan langkah dan strategi BNN untuk menganggulangi bahaya narkoba. Mengingat perdaran narkoba di Sultra ini sudah semakin marak. Ini terlihat dengan hasil pengangkapan yang dilakukan BNNP Sultra terhadap jaringan internasional beberapa bulan terakhir. Menurut Brigjen Bambang Priyambadha, BNN sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus lebih agresif melalui strategi “demand reduction”.

“Harus lebih diperhatikan dengan tindakan preventif yang diterapkan. Guna memberikan kekebalan kepada masyarakat, agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika dan “strategy supply reduction” melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkoba jera,” kata Brigjen Bambang Priyambadha.

Agenda rapat kerja itu, merupakan agenda tahunan yang digelar BNN untuk mereview dan menilai kinerja BNNP selama ini. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai BNN se-Sultra. Sekot Kendari, Alamsyah Lotunani turut hadir.

Brigjen Bambang Priyambadha mengakui bahwa strategi BNN perlu pembenahan lebih jauh. Tentunya itu, dilihat dari strategi dan pola kerja para pengedar narkoba. Misalnya petugas BNNP harus lebih sering memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mencegah narkoba. “BNNP harus selalu menyampaikan kepada masyarakat, untuk cepat melaporkan, bila ada rekan, anak ataupun keluarga ketika yang menggunakan narkotika agar sebelum pemakainya ketergantungan. Artinya, BNNP disini bisa mengambil peran melalui rehablitasi,”jelasnya.

BNNP Sultra sudah memiliki tempat untuk para pecandu, meskipun itu bukan rumah rehabilitasi. Namanya “rumah damping”. Rumah ini sudah gunakan untuk menampung orang yang kecanduan. Misalnya kasus PCC yang lalu, BNNP Sultra menampung empat anak yang dianggap ketergantungan. “Disana kami ajarkan dan latih untuk bisa kreatif agar mereka bisa menjadi orang berguna,” beber Brigjen Bambang Priyambadha.
Narkoba merupakan kejahatan luar biasa. Untuk mencegahnya butuh kerja sama semua pihak. Dalam catatan BNNP Sultra, ada 114 orang yang berhasil direhabilitasi tahun ini. “Makanya kami harapkan kita bisa sama-sama memerangi narkoba sebagai upaya untuk melindungi generasi bangsa dari kejahatan narkoba,” tutupnya. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top