Berkas La Renda Tak Kunjung Lengkap – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Berkas La Renda Tak Kunjung Lengkap

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Sepertinya tidak mudah penyidik Polres Buton menyeret La Renda dan kawan-kawan ke meja hijau. Buktinya, hingga kini berkas kasus dugaan korupsi yang ditengarai melibatkan Kadis Pendidikan Buton nonaktif itu masih belum lengkap oleh jaksa peneliti di Kejaksaan Negeri Buton. Padahal, berkas itu sudah dua kali bolak balik penyidik dan jaksa. Petunjuk jaksa belum juga dilengkapi penyidik Reskrim Polres Buton. “Sudah dua kali kita lakukan P19 terhadap kasusnya La Renda,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buton, Firdaus saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (6/12).

Adapun petunjuk yang belum dilengkapi penyidik yakni fakta sesungguhnya dari kasus yang menimpa La Renda. Sebagaimana hasil telaah awal jaksa bahwa La Renda ditemukan terlibat pada satu kegiatan, yakni pembukaan lahan. Sedang pengadaan sarana air bersih, La Renda disinyalir tidak terlibat. Selain itu, kata Firdaus, berdasarkan penelitian jaksa sebelumnya, berkas La Renda masih digabungkan dalam dua kegiatan tersebut, seyogyanya dipisah. “Hasil penelitian kami tersangka ini kemungkinan terlibat pada satu kegiatan saja,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara Rp.400 juta itu sudah ditangani Polres Buton sejak akhir September lalu. Dasar dilakukannya P19 kata Firdaus, karena petunjuk yang disampaikan kepada penyidik Polres Buton belum dapat dipenuhi sesuai dengan arahan dari jaksa. Waktu yang diberikan sesuai ketentuan itu selama 14 hari sejak P19 dilayangkan. “Kami tunggu berkasnya dilengkapi dulu,” ujar Firdaus.

Diketahui, pembukaan lahan transmigrasi dan pengadaan air bersih di Desa Lapokamata, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton tahun anggaran 2015 belakangan bermasalah. Total anggaran sekitar Rp 1 miliar diduga menguap hingga Rp.400 juta. Saat itu, La Renda menjabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buton tahun 2015.

Kasus ini menyeret enam tersangka, selain La Renda yakni kontraktor pekerjaan, La Atiri, Rifaldi mencairkan dana, Muh.Aris selaku Direktur CV. Jala Rambang, Hayan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Iksanuddin.

Penyidik Polres Buton telah menetapkan enam tersangka terkait kasus tersebut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun pidana kurungan. (m1/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top