Tiga Motif Tenun Jadi Identitas Konsel – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Selatan

Tiga Motif Tenun Jadi Identitas Konsel

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga memukul gong tanda peluncuran tiga motif tenun khas daerah itu.

KENDARIPOS.CO.ID — Inovasi yang dilakukan Dinas Pariwisata Bidang Ekonomi Kreatif di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) mendapat respon positif dari masyarakat. Usai workshop motif tenun khas daerah, Pemkab dan sejumlah tokoh masyarakat sepakat melakukan launching motif tenun khas Konsel pada salah satu hotel di Kendari, Senin (4/12) malam lalu.

Launching tersebut disaksikan Bupati, H. Surunuddin Dangga dan Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo serta sejumlah pengurus Dekranasda. “Ini sebagai promosi buat daerah dan akan menjadi awal perkembangan industri kecil khususnya tenun agar bisa menciptakan hasil tenun yg berkualitas,” apresiasi Surunuddin.

Konsel-1 itu menjelaskan, dalam mengangkat tradisi daerah tentu ada ciri khas yang bisa bersinergi dengan budaya lain. Contohnya seperti motif tenun yang sudah mulai dikembangkan. Bupati menyebut dengan launching itu akan menjadi indentitas dan ikon bagi daerah. “Ini akan menjadi nilai tambah terhadap nilai budaya Konsel. Karena kita paham keberagaman budaya itu akan menjadi pemersatu daerah kita,” katanya.

Pihaknya berkomitmen, usai launching itu Pemkab akan terus mendorong peningkatan dan ketersediaan industri kecil di daerah. “Kita semua harus berupaya mempopulerkan motif tenun khas. Salah satunya dengan mewajibkan bagi ASN agar dipakai hasil tenunan di hari-hari tertentu. Bukan hanya dinas terkait, tapi seluruh elemen. Kita harus dorong industrinya supaya berkembang di Konsel. Dengan demikian dampak ekonominya dirasakan di masyarakat sendiri,” optimis Surunuddin.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin mengungkapkan, usai workshop pihaknya telah menghasilkan tiga motif dalam launching itu. “Pertama motif kalosara, motif jonga bertanduk lima dan motif pohon sagu. Ini adalah hasil dari workshop motif tenun khas daerah Konsel,” ungkapnya.

Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo juga menegaskan, mendukung kegiatan itu. “Saat ini pemerintah kabupaten fokus menggali potensi daerah. Bukan saja hanya fokus bidang pembangunan infrastruktur, akan tetapi dari sisi keragaman budaya serta potensi lokal terus dimanfaatkan. Kami selaku wakil rakyat senantiasa memberikan dukungan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Tolaki, Yasin Togala menambahkan, tiga motif yang dihasilkan itu terbangun atas kesepahaman masyarakat dan Pemkab Konsel. “Motif kalosara itu menandakan adat istiadat daerah kita. Kemudian motif jonga bertanduk itu artinya dulu di Konsel terkenal dengan komunitas jonga. Kenapa bertanduk lima, karena itu menandakan di Indonesia punya lima keyakinan atau agama, dan khusus di Konsel semua ada. Disisi lain, kenapa lima karena Konsel mekar sejak bulan Mei 2003. Sementara untuk motif pohon sagu itu menandakan makanan ciri khas masyarakat Konsel yang mayoritas suku Tolaki. Dapat juga diartikan sebagai tempat yang sejuk dan dingin. Karena pohon sagu kan dingin,” tambahnya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top