Sekolah Berkebutuhan Khusus Hadir di Kolut – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Sekolah Berkebutuhan Khusus Hadir di Kolut

Rusli/Kendari Pos
Pemateri seminar pendidikan dari Kementerian PPPA, Bagus Satriya Budi, saat berinteraksi dengan salah seorang ABK di Lasusua, Kolut.

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) selama ini belumlah mendapat perlakuan selayaknya anak normal pada umumnya, khususnya dari segi dunia pendidikan. Menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolut berencana menghadirkan sekolah inklusi.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Pemkab Kolut, Ir Junus saat membuka seminar pendidikan sebagai lanjutan kerja sama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan Pemkab Kolut pada salah satu hotel di Lasusua, Selasa (5/12). Mewakili Bupati, Junus mengemukakan jika impian pemerintah mendirikan sekolah inklusi itu guna menjaring bakat istimewa yang dimiliki anak-anak di Kolut yang berkebutuhan khusus. “Anak berkebutuhan khusus itu istilah lain anak luar biasa dengan karakteristik khusus yang berbeda pada umumnya,” katanya.

Untuk itulah, lanjut Junus, sudah seharusnya mereka mendapatkan pelayanan khusus karena faktanya mereka kerap dikucilkan dari lingkungannya, menerima perlakuan diskriminatif yang bahkan menerima pendidikan pun mereka susah khususnya di sekolah-sekolah regular. Tak heran angka ABK yang tidak mengenyam pendidikan tak sedikit. “Sudah saatnya Kolut membangun sekolah inklusi dan kami berharap segera diwujudkan,” harapnya.

Seminar pendidikan yang pesertanya dominan dari kalangan guru itu dihadiri langsung Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian PPPA RI, Indra Gunawan. Ia mengutarakan jika penyandang disabilitas harus mendapatkan hak-haknya khususnya pendidikan sebagai wujud kesetaraan. Langkah itu berupa pemberian kesempatan yang sama menggunakan fasilitas umum.

Meski keberadaan sekolah inklusi terus mengalami pertumbuhan guna menjaring ABK, namun masih perlu mendapat pengawalan karena masih ada penolakan dari pihak sekolah, guru maupun orang tua siswa yang anaknya normal. Sekolah inklusi itu sendiri hadir bukan semata-mata karena ABK semata namun guna mengakomodir keberagaman anak-anak termasuk pendidikan.

Selain pemberian materi dari pihak kementrian oleh Bagus Satriya Budi, juga dihadirkan tiga orang ABK guna diberi metode penanganan rutin terkait pemulihan kondisi fisik anak. (rus/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top