Proyek BSPS Terbengkalai, Warga Muna Terpaksa Tinggal di Rumah Tetangga – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

Proyek BSPS Terbengkalai, Warga Muna Terpaksa Tinggal di Rumah Tetangga

MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
Rumah Wa Harni, warga Wamponiki yang belum tuntas dikerjakan dalam program BSPS.

KENDARIPOS.CO.ID — Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2017 di Kabupaten Muna tak berjalan sesuai harapan. Dari 398 kepala keluarga (KK) yang mendapat bantuan tahap I pada medio Agustus lalu, masih ada yang belum tuntas dikerjakan. Padahal, program yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat itu, akan masuk tahap IV. Kondisi ini membuat Wa Harni, warga Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu memilih mengungsi dan tinggal sementara di rumah tetangganya.

Rumah Wa Harni saat ini belum rampung. Bahkan, kondisinya masih memprihatinkan. Pekerjaan lantai serta dinding tak kunjung diselesaikan. Ironisnya lagi, pihak terkait tak memberi respon atas keluhan wanita itu. “Mau cepat selesai bagaimana, bahannya saja belum dibawa-bawakan sampai sekarang. Saya sudah hubungi juga mereka. Tapi mereka abai. Apakah mereka respon atau tidak, saya tidak paham. Ini pekerjaan tahap I,” keluh Wa Harni, saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/12).

Ia juga menyampaikan, saat dirinya berinisiatif mengambil bahan bangunan yang sediakan, ternyata di toko bangunan dimaksud, sebelum semuanya dibayar penanggungjawab proyek. Sama serupa juga dialami Wa Inte (60). Ibu kandung Wa Harni mengalami kondisi sama. Rumahnya, hingga sekarang belum kelar dikerja. Material yang ada, kata Wa Inte, pasir dua ret, batu dua ret, batu merah 1500 biji, kayu 12 batang serta semen 12 sak. Hanya saja, hingga kini belum dikerja juga. “Tinggal rangka kayunya belum ada. Saya sejak bulan September dikasih bahan,” jelasnya, selasa (5/12).

Kediaman warga lain seperti Wa Malia, Wa Una dan Husnawati juga belum tuntas dibedah. Mereka tinggal di lorong yang sama. Kadis Perumahan Rakyat dan Permukiman, Hayadi yang dikonfirmasi justru mengaku bersyukur atas informasi tersebut. Ia berjanji menurunkan tim untuk melakukan pengecekan. Namun, ia berargumen, pihaknya hanya menyiapkan bahan. Pekerjaan yang tak tuntas, kata Hayadi, terkendala dengan upah kerja. Sebab, tak ada tukang yang mau mengerjakan bedah rumah. “Kita terkendala dengan upah kerja. Tapi itu yang berumur 60 tahun seperti Wa Inte dapat upah kerja 5 persen dari anggaran Rp 15 juta,” alasan Hayadi.

Sayangnya, Ia tak dapat menjelaskan secara pasti, kapan upah kerja itu diberikan. Ia hanya menyampaikan, program BSPS akan tuntas Desember ini. Hayadi menjelaskan, program tersebut tinggal menunggu tahap IV. Anggarannya digelontorkan sebesar Rp 2 miliar. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top