Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Limbah B3, Jaksa Kembalikan Berkas Direktur PT.GKBT – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Limbah B3, Jaksa Kembalikan Berkas Direktur PT.GKBT

Janes Mamangkey SH

KENDARIPOS.CO.ID — Akhir Oktober lalu, Direktur PT.Galangan Kapal Bontuni Tirtamas (GKBT) Ery Sujatim ditetapkan tersangka dugaan penyalahgunaan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) jenis slag. Penyidik terus bekerja merampungkan berkas. Pekan lalu, berkas penyidikan tersangka dilimpahkan ke jaksa peneliti namun dikembalikan karena masih terdapat kekurangan. Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Zainuddin melihat berkas tersebut kekurangan syarat materil sehingga memberikan petunjuk kepada penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra untuk melengkapinya.

Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey, SH membenarkan pihaknya mengembalikan berkas yang dikirim penyidik Polda Sultra. Menurutnya ada beberapa syarat materil yang kurang sehingga jaksa menyatakan P19. Dari hasil penelitian jaksa, berkas tersebut belum layak diajukan ke proses penuntutan. “Kita kembalikan (berkas penyidikan). Kami minta dilengkapi dulu,” ujar Janes Mamangkey, Senin (4/12).

Petunjuk jaksa yang diberikan menurut Janes Mamangkey yakni soal asal muasal slag yang dipakai PT. GKBT selama beroperasi. Versi jaksa, harus ada ahli yang menerangkan bahwa slag yang berasal dari perusahaan di Kolaka tidak bertanggung jawab. Karena kalau ikut bertanggung jawab, penyidik semestinya bisa menerapkan pasal 55, untuk pemilik slag tersebut. “Kami minta mereka untuk melampirkan keterangan ahli dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Janes Mamangkey.

Dua petunjuk itu kata Janes dimaksudkan untuk mengetahui jelas seperti apa PT. GKBT membeli slag kepada perusahaan di Kolaka. Untuk itu keterangan ahli dibutuhkan. Sembari menunggu petunjuk dilengkapi, jaksa Kejati terus berkoordinasi kepada penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra. “Karena informasinya, perusahaan di Kolaka itu menjual (slag) kepada masyarakat. Lalu masyarakat menjualnya ke PT. GKBT,” jelas Janes Mamangkey.

Untuk diketahui, limbah B3 yang dimanfaatkan PT.GKBT di Kelurahan Mata, Kota Kendari digunakan untuk pembersihan lambung kapal yang berbahan fiber dan besi. Idealnya, pemanfaatan limbah B3 sebagaimana diatur dalam UU Lingkungan Hidup harus memenuhi izin. Diantaranya izin penyimpanan, izin pengangkutan dan izin pemanfaatan. Dalam kasus ini, PT Galangan Kapal Bontuni Tirtamas diduga tak memiliki izin tersebut. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top