Lima Pengajar di Bombana tak Terima Sisa Sertifikasi 2016 – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Bombana

Lima Pengajar di Bombana tak Terima Sisa Sertifikasi 2016

KENDARIPOS.CO.ID — Perjuangan 1.060 guru di Bombana untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi tahun 2016 lalu, tidak sia-sia. Setelah hampir setahun tertunda, pemerintah kabupaten (Pemkab) akhirnya membayarkan tambahan gaji pada seribuan guru di eks otorita Kabupaten Buton tersebut.

Tunjangan sertifikasi triwulan keempat 2016 lalu mulai disalurkan ke rekening masing-masing guru sejak akhir pekan lalu. Pembayaran dilakukan setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan SK bernomor 0522.2007/C5/CO/T/2017. Dalam SK tersebut, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik, Kemendikbud, Sumarna Surapranata, memerintahkan agar penerima kekurangan pembayaran tunjangan profesi guru PNS tahun 2016 pada jenjang pendidikan dasar Kabupaten Bombana segera dibayarkan.

Selain itu, dalam SK tersebut juga menetapkan nama penerima dan nominal kekurangan pembayaran tunjangan profesi tahun 2016. Sementara isi lainnya menegaskan, kekurangan pembayaran bersumber dari APBN melalui dana transfer daerah tahun 2017. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Ahmad, mengatakan, pascaterbitnya surat keputusan dari Kemendikbud itu, pihaknya langsung mengajukan usulan di Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk permintaan pembayaran. “Sudah kami usulkan sejak Kamis lalu, jumlah yang diterima dan nama penerimanya,” kata Ahmad, senin (4/12).

Meski sudah mendapat perintah dari Kemendikbud, namun Ahmad memastikan, dari 1.060 guru yang harus menerima tunjangan sertifikasi 2016 lalu, tidak semuanya diusulkan. Yang diminta untuk dibayarkan hanya 1.055 orang. Sementara lima orang lainnya tak diusulkan, karena saat pembayaran tunjangan sertifikasi ketiga tahun 2016 lalu, lima orang guru ini, dua kali menerima transferan dana pembayaran sertifikasi. “Saat pembayaran sertifikasi 2016 lalu, ada dua bank milik pemerintah yang ditunjuk menerima transferan sertifikasi. Pada pembayaran triwulan ketiga, tunjangan sertifikasi lima nama itu, sama-sama masuk di dua bank itu. Makanya untuk pembayaran triwulan keempat 2016 ini, mereka tidak lagi diusulkan karena dianggap sudah menerima,” sambungnya.

Ahmad memastikan, dengan turunnya SK dari Kemendikbud itu, maka pembayaran tunjangan sertifikasi guru yang terhambat sejak Oktober 2016 lalu tidak lagi bermasalah. Semua guru dipastikan menerima tunjangan sertifikasi dengan jumlah bervariasi. Tiap guru ada yang mengantongi Rp 7 juta sampai Rp 12 juta. Sehingga total anggaran yang diterima 1.055 guru itu berkisar Rp 10,7 miliar. (b/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top