Tersangka DAK Muna Belum Jelas – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

Tersangka DAK Muna Belum Jelas

Ld Abdul Sofyan

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terus bekerja keras mencari bukti tambahan untuk menjerat tersangka kasus dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015. Meski sudah setahun lebih diusut dan sudah puluhan saksi diperiksa, namun mereka pantang angkat tangan. Bagi mereka, selihai apapun pelaku kejahatan, pasti ada celah yang menjadi kelemahannya. Filosofi itulah yang dipegang para penyidik yang dikomandoi Badrut Tamam tersebut.

Memang tak bisa dipungkiri, lambatnya penyidikan kasus yang diduga merugikan keuangan negara miliaran rupiah itu menghadirklan nada sumbang di masyarakat. Penyidik dinilai hanya mampu menggilir pemanggilan saksi, untuk menjalani pemeriksaan di korps adhyaksa. Namun, sampai kini belum ada hasilnya. “Kami masih terus kumpulkan bukti untuk menguatkan dipersidangan nanti,” ujar Badrut Tamam, Kajari Muna.

Pekan lalu, Kejari Muna sebenarnya sudah merampungkan penyidikan. Bahkan, hasilnya juga sudah disampaikan ke Kejati Sultra dan dikirim ke BPKP untuk permintaan audit kerugian negara. Sambil menunggu hasilnya, rencananya besok, selasa (5/12) penyidik kembali akan memeriksa sejumlah nama. Mereka adalah mantan kepala DPPKAD Muna Ratna Ningsih Luneto, Kepala Bidang anggaran DPPKAD La Ode Muhammad Taslim, Kepala Bidang Perbendaharaan DPPKAD La Ode Hasrun serta Muhammad Idris Gafiruddin selaku pemegang Kasda Muna.

Pemeriksaan mereka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan/penyelewengan keuangan negara pada pengelolaan keuangan negara (deposito) Muna tahun anggaran 2014-2015. “Jadwalnya sudah ada. Kita akan periksa lagi mereka,” ungkap Ld Abdul Sofyan, Kasi Intel Kejari Muna saat dihubungi, minggu (3/12).

Tak hanya empat nama itu, beberapa saksi yang sudah diperiksa sebelumnya juga akan kembali diperiksa. Mereka adalah mantan Kadis BLHKP La Oba, pejabat pembuat komitmen (PPK) Binamarga Dinas PU La Sanudin serta Adi Mulya selaku PPK bidang pengairan Dinas PU Muna. Ketiganya menjabat pada tahun anggaran 2015-2016.

Pemanggilan itu berdasarkan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Muna, nomor print 685/R.3.13/Fd.1/08/2017 tanggal 2 Agustus 2017. Pemanggilan mereka yang tercantum dalam surat bernomor : B. 2055/R.3.13/Fd.1/11/2017 terkait perkara tindak pidana penyimpangan/penyelewengan keuangan negara, pada pembayaran dana kegiatan proyek/pekerjaan yang penyelesaiannya, melewati tahun anggaran dengan menggunakan anggaran DAK Muna tahun anggaran 2015. “Mereka juga akan diperiksa pekan ini (setelah Ratna Ningsih dkk,red),” jelasnya.

Kemungkinan langsung ditetapkan tersangka? Sofyan belum mau terbuka. Menurutnya, pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendukung perampungan bukti-bukti yang telah ada. “Akan ada saatnya untuk itu (mengetahui ada tersangka ada tidak,red). Pastinya, kita masih butuh tambahan keterangan dari saksi-saksi,” imbuhnya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top