Pariwara
Metro Kendari

Pengurus PMTI Sultra Periode 2017-2022 Dikukuhkan

Pengurus PMTI Sultra periode 2017-2022 resmi dikukuhkan di Grand Clarion Hotel Kendari, Sabtu (2/12). Lembaga yang dinakhodai Martin Effendi Patulak ini berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah. Foto: LM Syuhada/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 56 pengurus wilayah Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sulawesi Tenggara periode 2017-2022 resmi dikukuhkan di Grand Clarion Hotel Kendari, Sabtu (2/12). Ada beberapa perubahan susunan kepengurusan, salah satunya posisi Sekretaris Umum PMTI Sultra yang kini dijabat Ir. Yermia Angkasa Bittikaka, MT. Mereka dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PMTI, Frederick Batong. Turut hadir Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, Lukman Abunawas.

Ketua Umum Pengurus Pusat PMTI, Frederick Batong optimis, pengurus yang baru dilantik dapat menuntun anggotanya ke arah yang lebih baik dan bisa berkontribusi membangun daerah. Dia juga mendoakan agar Tuhan memberkati pengurus dalam menjalankan tugas ke depannya. “PMTI juga mengabdikan diri bersama pemerintah untuk memajukan dan mempercepat pembangunan di Sultra. Karena bagaimanapun, semua pengurus adalah bagian dari Sultra, sebagai tempat tinggalnya,” kata Frederick.

Kata dia, PMTI dibentuk untuk menyatukan atau mensolidkan masyarakat Toraja dimanapun berada, termasuk di Sultra. Dengan demikian, PMTI Sultra menjadi wadah untuk warganya dalam bermasyarakat. Sejatinya, ada tiga fungsi dari PMTI. Pertama, sebuah organisasi yang memiliki tujuan untuk mengangkat etnis Toraja dimanapun berada. Kedua, jika ada saudara (Toraja) yang kurang beruntung agar dituntun dan dibantu. Ketiga, sebagai warga bangsa bersama pemda memajukan pembangunan daerah. “Itu untuk kebaikan orang Toraja juga. Dan sejauh ini, perkumpulan sangat baik di mata masyarakat dan pemda,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, dalam organisasi PMTI ini bukan hanya satu agama, tapi semua atas nama tator. Diantara ada kristen, Islam, ada yang berprofesi tinggi dan kasta rendah, ada dari politisi dan profesi lainnya. Bahkan, ada 10 kabupaten/kota yang terbentuk yakni Kota Kendari, Kolaka, Kolut, Koltim, Konawe, Konut, Konsel, Bombana, Muna dan Baubau. “Jadi, organisasi inis sebagai wadah berkumpul masyarakat tator dan dipersembahkan untuk warganya,” ujarnya.

Ketua Umum PMTI Sultra, Martin Effendi Patulak saat ditemui usai dilantik mengatakan bahwa dikepengurusannya sudah merencanakan berbagai program kerja ke depan. Diantaranya ada lima, pertama melaksanakan silaturahim perayaan hari besar keagamaan (halalbihalal, natal dan lainnya). Kedua, bakti sosial baik dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup. Ketiga, peningkatan SDM untuk masyarakat tator termasuk mahasiswanya. Keempat, rembuk regional untuk menyaring pendapat dan usul masyarakat dalam meningkatkan kinerja organisasi. Kelima, pawai dan pekan budaya Toraja se Sultra.

Olehnya, ia memiliki optimisme organisasi yang baru dipimpinnya itu bisa menjadi wadah yang nyaman untuk warga klannya. Karena organisasi itu menjadi wadah bersilaturahim diantara sesama orang Selatan, khususnya tator. “Jadi kita punya goal ke depan, menjadikan ini sebagai wadah terbaik untuk masyarakat tator di Sultra ini dengan berbagai program yang dirancang,” ungkapnya.

Sekretaris Umum PMTI Sultra, Ir. Yermia Angkasa Bittikaka, MT menambahkan, sebelum program dan rencana tersebut terlebih dahulu akan dilakukan koordinasi. Hal itu penting untuk merumuskan rencana strategis untuk masyarakat tator yang berada di Bumi Anoa ini. “Olehnya, kita rapat dan rembukkan bersama dulu. Tapi program sudah ada,” ucapnya.

Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata yang diwakili Sekprov Sultra Lukman Abunawas berharap, pengurus dapat bersatu dalam mengurus organisasi. Selama ini ia mengenal ciri khas masyarakat Toraja mengutamakan persatuan dan kesatuan. Bahkan dari tingkat provinsi hingga daerah kabupaten/kota persudaraannya terpupuk, sangat santun dan ramah.

Dia juga mengharapkan, pengurus baru dapat membuat program yang baik dan mendukung pembangunan daerah. Baik untuk organisasi masyarakat Toraja, masyarakat Sultra dan pemda. “Selama ini, kontribusi PMTI sudah terlihat dalam pembangunan Sultra. Semoga ke depan lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.

Salah satu kelebihannya, lanjut dia, baik organisasi maupun pengurusnya sangat profesional. Hal ini tergambar dengan selalu ikhlas membantu pimpinan dan taat, baik dieksekutif maupun legislatif. Olehnya, ia berharap dengan dilantik pengurus harus saling mendukung dan bersatu dalam kesatuan dan persatuan masyarakat Sultra. Program mesti singkron dengan cita-cita pemda, termasuk negara. “Selamat, semoga terus menjalin kerja sama yang baik dengan pemda,” imbuh mantan Bupati Konawe ini. (b/wan)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top