PCC Masih Beredar, BNN Gerebek Dua Pabrik – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

PCC Masih Beredar, BNN Gerebek Dua Pabrik

PCC

KENDARIPOS.CO.ID — Obat paracetamol caffein carisoprodol (PCC) yang membuat 72 korban kolaps dan empat korban tewas di Kendari  Pertengahan September lalu masih mengancam. Jumat (3/12) Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek dua pabrik obat PCC di Solo dan  Semarang. Kedua pabrik itu diduga memasarkan obat keras ilegal tersebut ke Kalimantan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menuturkan, memang dilakukan penggerebekan di dua pabrik obat PCC di dua kota berbeda, Solo dan Semarang. ”Ini menunjukkan PCC itu masih ada,” jelasnya dihubungi Jawa Pos, Jumat (3/12).

Untuk pabrik di Solo berada di Jalan Setia Budi nomor 66. Petugas telah melakukan penggeledahan terhadap lokasi tersebut. ”Penggeledahan  juga dilakukan di Semarang,” tuturnya.

Pabrik yang berada di Solo dikelola oleh pelaku bernama Ronggo. Dia berasal dari Tasikmalaya, namun belum diketahui dengan pasti apakah ada pabrik di Tasikmalaya yang dikelolanya. Untuk pabrik PCC di Semarang dikelola oleh pelaku bernama  Joni. ”Joni ini memiliki tujuh karyawan yang membantu memproduksi PCC,” paparnya.Kedua pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan pembuatan obat keras ilegal tersebut.

”Masih dikembangkan terus siapa  saja yang terlibat,” jelasnya. Dalam penggerebekan tersebut diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, mesin pencetak obat PCC dan  bahan baku obat PCC. Untuk jumlah dan beratnya masih dalam penghitungan. ”Masih proses,” terang jenderal berbintang dua tersebut.

Menurutnya, untuk saat ini diketahui bahwa obat PCC ini akan diedarkan ke Kalimantan. Tentunya akan dilihat bagaimana rantai distribusinya.  ”Kami juga akan lihat apakah ada keterhubungan antara kedua pemilik pabrik tersebut,” paparnya. Sejak kapan pabrik itu beroperasi? Arman menjelaskan bahwa pemeriksaan masih dilakukan. Yang pasti, peredaran PCC masih ada. ”Nanti ya,” terang mantan Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) tersebut.

Perlu diketahui, PCC merupakan obat keras yang telah dicabut izinnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, ternyata masih banyak yang memproduksinya, sebelumnya produsen obat PCC di Purwokerto  diungkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim.  Produsen PCC itu memanfaatkan apoteker dalam meracik PCC.  Bahkan, pemilik pabrik PCC Purwokerto itu istrinya merupakan mantan apoteker. (idr/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top