Adik Tipu Kakak Kandung – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Adik Tipu Kakak Kandung

Janes Mamangkey SH

KENDARIPOS.CO.ID — Kongsi bisnis dua saudara kandung pecah dan berujung di ranah hukum. Tahun 2002 lalu, Kong Winarto Kongres bersama adiknya, Yance Kongres sepakat berbisnis dalam pengoperasian kapal barang. Belakangan, hasil bisnis tak pernah dinikmati sang kakak, bahkan diketahuinya beberapa kapal sudah dijual adiknya, Yance.

Merasa sudah ditipu mentah-mentah oleh adiknya, Kong Winarto Kongres memilih jalur hukum. Dan kini sedang dalam proses sidang. Sidang beberapa waktu lalu, terdakwa Yance dituntut hanya delapan bulan. Padahal menurut Kong Winarto selaku korban, untuk pasal 266 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, ancaman hukumannya empat sampai enam tahun.

Padahal dari tindakan pidana yang dilakukan adiknya itu, Kong Winarto mengaku merugi puluhan miliar rupiah karena kapalnya dijual tanpa sepengetahuannya. “Kalau hanya delapan bulan tidak akan membuat dia jera dengan perbuatannya. Bisa-bisa dia kembali melakukan hal yang sama. Dan saya heran, kerugian saya puluhan miliar tapi dituntutnya rendah,” keluh Kong Winarto Kongres, akhir pekan lalu.

Korban menjelaskan alasan mengadukan aksi penipuan adiknya semata-mata untuk memberi efek jera. Awalnya, tahun 2002 keduanya bekerja sama dalam pengoperasian tiga buah kapal barang. “Saya menitipkan tiga buah kapalnya ke perusahaan Yance yang beralamat di Kota Baubau. Sejak 2002 hingga 2013 semuanya berjalan lancar, namun tahun 2014 saya meminta pembagian hasil atas pengoperasian tiga buah kapal tersebut, Yance Kongres tidak memberikan,” jelas Kong Winarto Kongres.

Versi Kong Winarto, setiap tahun dirinya menerima Rp 1 miliar dari pembagian hasil. Namun tahun 2014, Yance Kongres tidak mau memberikan pembagian hasil tersebut dan ingin mengambil semuanya. Bahkan kapal yang dititipkan telah dibuatkan akta jual beli oleh terdakwa.
“Jadi saya laporkan dan polisi menerapkan pasal 266 dan 378 dimana ancaman kurungan minimal empat tahun. Saya berharap terdakwa dihukum sesuai aturan yang berlaku karena hingga saat ini yang bersangkutan belum menunjukkan niat baik untuk menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Terpisah, Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH menjelaskan alasan JPU Sunarno menuntut delapan bulan terdakwa karena beberapa faktor dan pertimbangan. Salah satunya pertimbangannya adalah terdakwa dan korban adalah saudara kandung. “Orang tua keduanya telah memohon kepada jaksa agar tidak memberatkan terdakwa. Kedua orang tua mereka melakukan upaya damai kepada korban agar tidak ada tindakan seakan-akan memecah belah keluarga,” jelasnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top