Sosialisasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, PWI Melawan Hoax! – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Sosialisasi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, PWI Melawan Hoax!

PWI

KENDARIPOS.CO.ID — Wartawan dalam menjalan tugas peliputan berpegang teguh pada Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik. Penguatan utama dalam peliputan, wartawan ditekankan untuk mengedepankan verifikasi sebuah informasi sebelum menjadi produk jurnalistik. Sekretaris PWI Sultra, Mahdar Tayyong yang tampil sebagai pemateri mengatakan verifikasi informasi itu merupakan amanah UU pers dan kode etik jurnalistik. “Wartawan wajib melakukan verifikasi kepada berbagai pihak untuk menghindari berita hoax,” ujar Mahdar dalam sosialisasi UU Pers dan kode etik jurnalistik, Rabu (29/11) di salah satu hotel di Kendari.

Paparan itu disampaikan sebagai bentuk komitmen PWI Sultra melawan dan memerangi berita hoax. Dihadapan 40-an peserta dari unsur mahasiswa jurusan jurnalistik dan wartawan, Mahdar Tayyong bahkan menekankan media wajib membuat kode etik internal dalam verifikasi faktual oleh dewan pers.

Pemateri lain, Sudirman Duhari menambahkan berita hoax bukan produk jurnalistik karena narasumbernya tidak kompeten. Konten informasi yang disuguhkan tidak terverifikasi dan tak terikat kaidah jurnalistik. Umumnya berita hoax diunggah di akun media sosial. “Makanya penyebar berita hoax di media sosial tidak dijerat pelanggaran UU Pers tetapi melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar pria yang juga Dewan Kehormatan PWI Sultra itu.

Ketua PWI Sultra, Sarjono mengatakan meski sosialisasi tersebut berlangsung singkat namun dia berharap manfaatnya sangat berarti bagi wartawan dan mahasiswa yang kelak menjadi wartawan. “Tentu kita berharap kegiatan ini bermanfaat dalam upaya penegakkan kemerdekaan pers. Selain itu dalam upaya penciptaan insan pers yang profesional, berintegritas dan bermartabat,” ungkap Sarjono.

Sebelumnya, Ketua panitia sosialisasi, Rahmat Akbar mengatakan dalam menjalankan tugasnya, wartawan harus bijak mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita, tulisan atau gambar yang mengancam persatuan, menyinggung SARA. Mengingat sensitifnya tugas-tugas kewartawanan maka insan pers harus berpegang teguh pada rambu-rambu yang digariskan UU Pers. “Makanya, PWI membuat kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran insan pers. Selain itu menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers,” kata Rahmat Akbar. (din)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top