Pariwara
Metro Kendari

DPRD Sultra Segera Panggil PT Baula

Keluarga almarhum Lamarota yang tanahnya diduga diserobot PT Baula mengadu ke DPRD Sultra, rabu (29/11). Mereka diterima Wakil Ketua Komisi I DPRD Sultra, Suwandi Andi beserta anggota. Foto: LM Syuhada/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sikap “keras kepala” yang ditunjukkan PT Baula Petra Buana (BPB) bikin banyak pihak geram, tak terkecuali wakil rakyat di DPRD Sultra. Dugaan penyerobotan lahan yang perusahaan tambang nikel ini lakukan belum juga tuntas. Untuk itu, lembaga yang dinakhodai Abdurahman Shaleh ini dalam waktu dekat akan memanggil managemen perusahaan yang beroperasi di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea tersebut.

Rencana hearing terhadap PT Baula disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sultra, Suwandi Andi saat menerima aspirasi warga rumpun keluarga almarhum Lamarota yang tanahnya diduga diserobot di ruang rapat DPRD Sultra, rabu (29/11). Waktunya juga sudah ditentukan, yakni Senin (4/11) mendatang. Dalam pertemuan nanti, DPRD juga akan mengundang Dinas Kehutanan, BPN dan DPRD selaku intansi teknis, termasuk PT BPB dan pemilik lahan. “Ini aspirasi masyarakat yang harus dikawal bersama,” ujar Suwandi Andi
yang saat itu didampingi salah satu anggota Komisi I, Nur Iksan Umar.

Keluarga rumpun ahli waris almarhum Lamarota memang mendatangi gedung DPRD Sultra, rabu (29/11). Mereka dipimpin langsung Arsanul Lapae. Dia menyampaikan bahwa, sampai sekarang pihaknya masih bingung karena PT Baula belum pernah memperlihatkan surat kuasa dan bukti sah jika perusahaan tersebut pernah membeli lahan seluas 47 hektar kepada rumpun Lamarota.

“Pihak perusahaan harus dihadirkan. Kami warga sangat resah dan dirugikan. Kami ingin ada kejelasan terhadap kasus ini,” kata Arsanul Lapae yang diaminkan rekan-rekannya. Menurut Arsanul, DPRD harus memanggil pihak PT Baula sebab perusahaan tersebut sudah mengambil hak masyarakat. Kata dia, sejak beroperasi, pihaknya tidak pernah bertemu dengan manajemen perusahaan. “Makanya kami bingung, lahan itu dari mana mereka beli,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, tepatnya Selasa (28/11), keluarga rumpun ahli waris (keluarga alm Lamarota,red) sedikit bernapas lega. Sebab, harapan mereka supaya uji titik koordinat di lokasi lahan yang diduga diserobot PT Baula Petra Buana (BPB) akhirnya terlaksana. Penyidik dari Polda Sultra turun langsung mengecek lokasi di wilayah PT Baula beraktivitas, tepatnya di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan. “Penyidik Polda sudah melihat peta aktivitas PT Baula yang berada di atas lahan 117 hektar milik rumpun keluarga almarhum Lamarota. Kami masih mau bicarakan dengan keluarga, bagaimana selanjutnya,” ungkap Yudi Lapae, salah satu rumpun ahli waris yang ikut hadir saat peninjauan lokasi.

Sayangnya, belum ada titik terang. Sebab, penyidik masih harus lakukan gelar perkara untuk membuktikan kalau lahan itu diserobot atau memang sudah dibeli. Sementara itu, perusahaan yang diwakili Kuasa Hukum PT Baula, Algazali mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun mengenai tuntutan pemilik lahan. Sebab, seingat dia masalah pembebasan lahan itu sudah pernah dilakukan kliennya terhadap pemilik lahan yang klaim. “Kita siap mengikuti apa yang dilakukan penegak hukum. Karena saat ini sudah sementara proses hukum. Yang jelas terkait lahan yang dikuasai oleh perusahaan itu sudah pernah dilakukan pembebasan lahan. Pemda, camat, lurah dan desa terlibat saat itu. Dan telah dilakukan verifikasi,” imbuh Algazali. (b/ade/kam)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kendaripos/public_html/wp-includes/functions.php on line 3729