PT Baula Beraktivitas di Atas Lahan Warga – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Selatan

PT Baula Beraktivitas di Atas Lahan Warga

Penyidik Polda Sultra lakukan uji titik koordinat lahan yang dipolemikkan warga dengan PT Baula Petra Buana (BPB) di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, selasa (28/11). Foto: Kamal/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Keluarga rumpun ahli waris (keluarga alm Lamarota,red) sedikit bernapas lega. Sebab, harapan mereka supaya uji titik koordinat di lokasi lahan yang diduga diserobot PT Baula Petra Buana (BPB) akhirnya terlaksana, selasa (28/11). Penyidik dari Polda Sultra turun langsung mengecek lokasi di wilayah PT Baula beraktivitas, tepatnya di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan. Turut hadir dalam uji titik koordinat itu, keluarga rumpun ahli waris dan perwakilan PT Baula.

Meski penyidik Polda belum merilis hasil uji titik koordinat, satu hal yang pasti bahwa PT Baula beraktivitas di atas lahan warga, khususnya lahan almarhum Lamarota. “Penyidik Polda sudah melihat peta aktivitas PT Baula yang berada di atas lahan 117 hektar milik rumpun keluarga almarhum Lamarota. Kami masih mau bicarakan dengan keluarga, bagaimana selanjutnya,” ungkap
Yudi Lapae, salah satu rumpun ahli waris yang ikut hadir saat peninjauan lokasi, selasa (28/11).
Yudi menambahkan, pihaknya sudah memperlihatkan kepada penyidik Polda peta lokasi dan alat bukti kepemilikan. Pihaknya berharap dengan adanya mediasi tersebut bisa memberikan solusi terbaik. Dengan harapan, pihak perusahaan bisa memberikan ganti rugi lahan secara proporsional. “Kami harap agar secepatnya ada ganti rugi pembebasan lahan. Sesuai luas lahan yang saat ini masuk dalam aktivitas PT Baula,” terangnya.

Ditemui usai cek lokasi, Penyidik Kanit 1 Subdit II Kriminal Umum Polda Sultra, Iptu Asmulyadi mengaku masih akan merampungkan data-data. Pihaknya masih belum bisa mengambil kesimpulan. “Kami masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Nanti setelah dikembangkan, baru bisa kita gelar perkara. Yang jelas hari ini (kemarin,red), setelah cek lokasi kita berikan kesempatan kepada rumpun ahli waris sebagai pelapor apakah ada upaya mediasi antar keluarga atau bagaimana,” terangnya.

Pihaknya juga membenarkan jika titik koordinat wilayah aktivitas perushaan PT Baula sesuai dengan lokasi petab yang ditunjukkan oleh pelapor (ahli waris, red). “Hanya perbedaan nama saja. Kalau dulu kan namanya desa Asingi sementara sekarang sudah berganti nama menjadi Desa Roraya. Tapi kalau lokasinya sudah cocok,” jelasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan yang diwakili Kuasa Hukum PT Baula, Algazali mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun mengenai tuntutan pemilik lahan. Sebab, seingat dia masalah pembebasan lahan itu sudah pernah dilakukan kliennya terhadap pemilik lahan yang klaim. “Kita siap mengikuti apa yang dilakukan penegak hukum. Karena saat ini sudah sementara proses hukum. Yang jelas terkait lahan yang dikuasai oleh perusahaan itu sudah pernah dilakukan pembebasan lahan. Pemda, camat, lurah dan desa terlibat saat itu. Dan telah dilakukan verifikasi,” beber Algazali saat ditemui di lokasi, selasa (28/11).

Untuk diketahui, sebelumnya pihak keluarga rumpun ahli waris atas nama Arsanul Lapae dan Yudi Lapae telah melaporkan PT Baula di Polda Sultra atas dugaan kasus penyerobotan lahan seluas 47,3 hektar di atas lahan seluas 117 hektar. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top