Jalan Matarawa Belum juga Diaspal, Jangan Pilih Kasih Pembangunan di Muna – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna

Jalan Matarawa Belum juga Diaspal, Jangan Pilih Kasih Pembangunan di Muna

Ilustrasi jalan rusak

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Desa Matarawa di Kecamatan Watopute, harus bersabar lagi. Kondisi jalan yang rusak parah di jalur tersebut, tak bisa diaspal tahun ini. Aspirasi yang pernah disuarakan pada medio April lalu terpaksa harus pupus. Lembaga eksekutif maupun legislatif yang pernah berjanji mengupayakan pengaspalan jalan dan mengalokasikan dalam anggaran perubahan, tak bisa merealisasikan.

Buktinya, biaya pengaspalan jalan Matarawa di anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017, tak diakomodir. Sejumlah kalangan menilai, pemerintah lebih mengutamakan pembangunan penimbunan laut di Motewe, yang bisa dirasakan enam sampai tujuh tahun ke depan. Sementara kondisi infrastruktur jalan yang seharusnya jadi prioritas dan mendesak, terabaikan. Hal ini membuat mantan Presidium Gerak Sultra, Nur Arduk angkat bicara. Kata dia, pembangunan harus sama rata atau jangan pilih kasih. Sebelum berpikir ke program lain, pemerintah harus menuntaskan pembangunan infrastruktur prioritas. “Kalau kita berpikir bahwa itu jalan nasional, harusnya kewenangan daerah menyampaikan keinginan masyarakat ke pemerintah pusat. Pemerintah harus segera merekomendasikan kebutuhan skala prioritas. Jangan dulu menggenjot pembangunan lain,” sindir Nur Aduk, Selasa (28/11).

Ia berharap, penanganan jalan di Matarawacepat selesai. Terkait penimbunan di Motewe yang menggunakan APBD, kata dia, seharusnya pemerintah melihat dulu kebutuhan substansi di Muna. Menurutnya, jalan di Matarawa telah lama diperjuangkan. Sayangnya, tak pernah terealisasi. Nur Arduk juga menyorot kinerja DPRD yang kurang tanggap dengan keinginan masyarakat.

Sekretaris Komisi III DPRD Muna Sukri, membantah jika tak mengakomodir keinginan masyarakat. Soal jalan di Matarawa tak dianggarkan di APBDP, dalam prosesnya terjadi perubahan perencanaan. Awalnya, hanya satu jalur, menjadi dua jalur. Kemudian tahun 2017 ini, waktu yang tersedia, tak memungkinkan untuk merampungkan pekerjaan. Sehingga, pihaknya bersama pemerintah bersepakat dianggarkan pada tahun 2018. “Hanya soal saja waktu. Rentang waktu sempit. Karena kalau dianggarkan diperubahan, tidak bisa tuntas. Kemudian, nantinya akan menjadi dua jalur. Makanya, masyarakat diminta bersabar. Nanti luas jalan lebih besar lagi di tahun depan,” jawab Syukri saat ditemui di gedung DPRD Muna.

Terkait, pemerintah mengesampingkan kebutuhan mendesak dan memprioritaskan penimbunan laut, politisi asal Demokrat itu tak bisa berbicara banyak. Sementara itu, Kadis PU La Ode Bou berdalih, jalan di Matarawa tak bisa dianggarkan di APBD-P. Sebab hanya diplot anggaran Rp 1 miliar untuk jarak 1 kilometer saja. Sementara pemerintah memproyeksi jalan dua jalur. Sehingga, diusulkan pada anggaran dana alokasi khusus (DAK) 2018 sebesar Rp 5 miliar. “Ada program pemerintah dua jalur. Sehingga diupayakan tahun depan. Januari sudah mulai dikerja. Rp 5 miliar sampai tuntas,” argumennya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top