Dalami Dugaan Pelanggaran Etik, IDI Periksa Dokter Setnov – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Dalami Dugaan Pelanggaran Etik, IDI Periksa Dokter Setnov

Ilham Oetama Marsis

KENDARIPOS.CO.ID — Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tengah mendalami berkas pemeriksaan medis tersangka korupsi Setya Novanto (Setnov). Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan, pendalaman berkas tersebut dilakukan untuk mengetahui kebenaran dari dugaan pelanggaran etik dan atau standard operating procedure (SOP) oleh dokter yang menangani Setnov.
Saat ini, pihaknya telah memegang kopi data dan status pasien. Begitu juga dengan tahapan prosedur medis yang telah dilakukan dokter. Baik di RS Medika Permata Hijau, RSCM, dan RS Premier Jatinegara. ”Ini sedang dalam proses pendalaman untuk melihat apakah ada kejanggalan. Kami baru rapat bahas data medis. Kami akan panggil dokternya,” tutur Marsis kepada wartawan di Sekretariat PB IDI, selasa (28/11).

Marsis mengatakan, ada empat unsur yang menjadi acuan standar profesi kedokteran. Yakni standar kompetensi, standar pendidikan, standar etika, dan standar pelayanan. Dari empat unsur itu, bisa terlihat apakah dokter tersebut sudah bertindak baik dan profesional. Jika dalam pemeriksaan berkas medis Setnov ditemukan pelanggaran SOP, PB IDI akan mengajukan kasus tersebut ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Hukumannya, bisa sampai pencabutan izin praktik. Jika terbukti ada pelanggaran etika oleh dokter yang menangani pasien, PB IDI akan mengajukan kasus tersebut ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Ketua MKEK Pusat Prijo Sidipratomo mengatakan, pemeriksaan dilakukan MKEK Wilayah dan hasil akan dilaporkan ke MKEK Pusat. ”Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan etik akan dijatuhi sanksi etik sesuai dengan berat atau tidaknya pelanggaran,” ujarnya.

Jika ternyata ada pelanggaran pidana atau perdata, pihaknya akan melanjutkannya ke bidang hukum. Hukumannya bisa kurungan atau denda. ”IDI sendiri kan tidak punya kekuatan pengalian. Jadi kami limpahkan ke badan-badan yang berwenang,” tuturnya.
Terkait dengan banyaknya penilaian miring terhadap kinerja dokter yang menangani Setnov di RS Medika Permata Hijau, Marsis menjelaskan bahwa dokter sudah mengambil tindakan yang mereka anggap tepat di saat kondisi darurat. Dia mengatakan, pasien datang dalam keadaan emergensi. RS pasti menerima pasien dalam kondisi emergensi. ”Dokter langsung melakukan pemeriksaan sistematis, jika dianggap perlu pasang infus itu hak dokter. Dokter sudah punya pertimbangan tersendiri. Bukan permintaan pasien terus minta difoto-foto,” jelasnya.

Mengenai pemindahan ke RSCM, hal tersebut dilakukan karena alat penunjang yang dibutuhkan tidak dimiliki RS Medika Permata Hijau, yakni MRI. ”Saat kecelakaan kan pasien ada luka di kepala. Jadi harus di-MRI. Di sana tidak ada. Dirujuklah ke RSCM,” terang dia. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Setnov di RSCM, PB IDI kemudian menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Tim yang diturunkan IDI berisi dokter-dokter yang tidak punya hubungan dengan tersangka korupsi. ”Dokternya kita pilih. tidak mungkin kami pilih dokter yang ternyata pernah jadi anggota Golkar misalnya,” ungkap Marsis.

Tim dari IDI membaca rekam medis dari rumah sakit sebelumnya dan temuan di RSCM. Tim juga berhak untuk melakukan pemeriksaan ulang. ”Hasilnya adalah yang bersangkutan sakit apa dan apakah dia layak untuk diperiksa KPK atau tidak. Itu tugas dari tim yang diturunkan IDI,” ungkap Marsis. Dengan diperkenankannya Setnov keluar dari RSCM untuk dibawa tim dari KPK, artinya PB IDI menyimpulkan bahwa dengan kondisi kesehatan Setnov saat itu dinilai layak untuk diperiksa KPK. ”Itu rekomendasi dari IDI,” ucap dia.

Sementara itu, Bimanesh Sutarjo, dokter yang merawat Setnov, mengaku belum dihubungi IDI terkait pemeriksaan atas data medis pasiennya. Menurutnya, jika ada pemanggilan, biasanya melalui jalur resmi. Yakni melalui direktur rumah sakit baru ke dokter yang bersangkutan. Dalam hal ini, dirinya. (and/oki)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top