Rasio Kredit UMKM Minimum 20 Persen – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Rasio Kredit UMKM Minimum 20 Persen

Salah satu usaha kecil di Sultra yang harus di-support bank umum melalui kredit UMKM. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Mulai tahun depan, Bank Indonesia (BI) wajibkan bank umum untuk memberikan pembiayaan kepada UMKM dengan rasio kredit UMKM minimum 20 persen. Angka itu lebih tinggi dari tahun ini yang hanya 15 persen.  Kebijakan tersebut ditempuh BI karena Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air masih cukup memprihatinkan. Perlu upaya khusus untuk menaikkan level. Apalagi,  sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI, Yunita Resmi Sari, mengatakan masih rendahnya level penyaluran kredit di Indonesia menunjukkan bahwa pembiayaan UMKM belum menjadi target utama, kemungkinan karena risikonya yang dipandang lebih tinggi. Jika dilihat lebih dekat, penyaluran kredit produktif nusantara, tak terkecuali di Sultra, masih tergolong rendah. Jika dibandingkan dengan penyaluran kredit UMKM kelas Asia yang rasionya capai 11,6 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP) dan 18,7 persen terhadap total pembiayaan, ternyata Indonesia baru mampu mencapai 7,1 persen.

“Tingkat NPL (Non Performing Loan) UMKM Indonesia relatif lebih tinggi dibanding negara lain, seperti Thailand dan Kamboja,” beber saat Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia Selasa (21/11) lalu di Jakarta .

Dengan kenyataan ini, menurutnya, harus ada upaya khusus untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit kepada UMKM. Apalagi,  di Indonesia hampir 100 persen bisnis masyarakat berbentuk UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dan kontribusinya terhadap GDP sebesar 57,6 persen. Jadi, perekonomian nasional memang tidak bisa terlepas dari peran penting UMKM. “Coba cek ke daerahnya masing-masing, daerah mana yang tidak punya UMKM. Tentu tidak ada kan, jadi memang UMKM tersebar dimana-mana,” ujarnya.

Dahulu, UMKM mengalami kendala dalam pertumbuhannya. Dari berbagai survei yang dilakukan secara nasional bisa dilihat problem umum UMKM Indonesia adalah kendala akses keuangan atau modal. Disini tampak jelas, kaitan antara pembiayaan UMKM dengan pengawasan makroprudensial.
Sejatinya pengawasan makroprudensial ada untuk mencegah dan mengurangi risiko, mendorong fungsi intermediasi dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan. Nah, demi mendorong fungsi intermediasi inilah BI berupaya meminimalkan risiko sekaligus menurunkan biaya intermediasi. Sehingga perlu mendorong ke sektor-sektor tertentu yang dapat menaikkan intermediasi.

Dapat dilihat bagaimana kredit UMKM terus tumbuh di tengah berbagai kondisi. Pangsa kredit UMKM relatif stabil yang rata-rata hampir mencapai 20 persen. Pertumbuhan kredit tersebut sejatinya agak bergejolak, namun sejalan dengan pertumbuhan total kredit. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi maka dalam berbagai kondisi, kredit UMKM terus tumbuh. “Bahkan dalam beberapa periode terakhir di atas pertumbuhan total kredit,” singkatnya.

Di sisi lain, UMKM adalah pendukung pencapaian tugas utama BI dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan maupun untuk kehandalan sistem pembayaran, juga mendukung implementasi makroprudensial.

Ada empat pilar strategis yang dilakukan BI untuk mengembangkan UMKM yaitu mendukung stabilitas nilai rupiah melalui pengendalian inflasi dari sisi suplai, kedua adalah menghadirkan UMKM yang berkualitas demi terjaganya keberlangsungan usaha karena dengan begitu akan terbentuk pembiayaan yang mendukung stabilitas sistem keuangan. Jadi, jika UMKM-nya berkualitas maka tentu saja pembiayaan dari perbankan juga akan berkualitas. “Ketiga, penguatan fasilitasi transaksi elektronik UMKM bagaimana agar UMKM semakin ter-elektrofikasi. Sedangkan yang keempat adalah penguatan kelembagaan dan kerjasama,” tutup Yunita. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top